KRUI, WAKTUINDONESIA – Masyarakat empat pekon di Wayharu Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Provinsi Lampung yang merupakan wilayah paling terisolir.
Di mana di dalamnya terdapat empat pekon yaitu Pekon Wayharu, Bandardalam, Siringgading dan Waytiyas dengan total jiwa mencapai 27.900 jiwa lebih.
Mereka meminta pemerintah pusat segera mewujudkan peningkatan badan jalan Sumberrejo-Wayharu.
Masyarakat Wayharu bahkan mengultimatum pemerintah pusat bahwa masyarakat Wayharu siap menggelar unjuk rasa ke Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) dan memboikot pemilu 2024 jika tidak segera diwujudkannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Pesibar dengan BBTNBBS sebagai dasar bisa dilakukannya peningkatan badan jalan Sumberrejo-Wayharu.
Hal itu dikatakan Tokoh adat Wayharu, M Romzi, saat dikonfirmasi, Senin, 5 September 2022.
Menurut Romzi, Marga Belimbing yang kini disebut dengan Wayharu sudah lahir sejak Tahun 1418.
Artinya, jauh sebelum zaman penjajahan, Wayharu sudah dihuni oleh manusia.
“Kondisi tersebut menunjukkan betapa kami masyarakat Wayharu sudah merasakan keterisoliran sebelum Indonesia merdeka. Dan sekarang sudah 77 Tahun Indonesia merdeka, sedang kami masih terjajah dengan buruknya infrastruktur untuk menuju tanah kelahiran kami sendiri,” ungkap Romzi.
“Bukankah kami masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), persisnya di Kabupaten Pesibar, Provinsi Lampung, Republik Indonesia,” sambungnya.
Dikatakan Romzi, bukan tidak ada upaya agar Wayharu bisa terbuka dan terlepas dari gelarnya sebagai wilayah terisolir.
Sepengetahuannya, Pemkab Pesibar sejak Tahun 2016 lalu yang merupakan awal periode pertama kepemimpinan sebagai Bupati. Agus Istiqlal hingga saat ini sangat kekeuh berupaya membuka akses Sumberrejo-Wayharu sepanjang 8,7 KM secara maksimal.
“Namun sayangnya upaya-upaya yang telah dilakukan itu banyak menemukan kendala besar, hingga berakibat tak kunjung terbitnya izin dari TNBBS untuk peningkatan badan jalan Sumberrejo-Wayharu,” lanjut Romzi.





