“Sehingga untuk itu seharusnya, ada kajian ahli yang kompeten dan independen tentang dampak lingkungan ketika PLTA ini dibangun yang dijabarkan secara visual,” sebut Edi.
Lanjut, Edi, hal ini harus dijelaskan utuh oleh ahlinya, agar bisa dimengerti publik serta bagaimana solusinya, dan diminta Walikota Subulussalam harusnya melibatkan pengaruh publik dalam hal ini atau lebih terbuka dengan melibatkan unsur publik seperti Lembaga Publik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan lainya.
“Sehingga kehadiran proyek ini dapat diterima oleh semua pihak dan mengecilkan potensi negatif yang menghadirkan konflik, kita sepaham untuk mendukung kehadiran investor di Negeri Sada Kata, namun hari ini warga Subulussalam harus dapat diyakinkan dengan kajian yang logis, sehingga bisa melihat bahwa pembangunan PLTA ini lebih banyak manfaat dari pada petakanya,” tegasnya.
(WII)





