Polisi Tetapkan 7 Tersangka Usai Petugas Patroli di PT GAJ Lampung Tengah Diserang

  • Bagikan

LAMPUNG TENGAH, WAKTUINDONESIA – Polisi menetap tujuh tersangka buntut penghadangan mobil petugas saat menggelar patroli gabungan pasca-ricuh di PT Gedung Aji Jaya (GAJ) di Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, Selasa, 22 November 2022.

Sementara satu lainnya masih tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan belum ditetapkan tersangka.

Demikian ditandaskan Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya di Mapolsek Padang Ratu, seperti disadur dari keterangan tertulis yang diterima Waktuindonesia.id hari ini.

Menurutnya, delapan orang itu ditangkap bermula dari petugas gabungan yang menggelar patroli pasca dibakarnya berbagai fasilitas PT GAJ diadang sekelompok massa di Kampung Negeri Ratu, Kecamatan Pubian, Senin (21/11/22) sekitar pukul 17.00 WIB.

BACA JUGA: 2 Kompi Brimob Dikerahkan ke Lokasi Ricuh di PT GAJ Lampung Tengah

“Saat petugas menggelar patroli, tiba-tiba diadang sekelompok masa lalu melempari petugas dengan kayu dan batu yang mengakibatkan tiga unit mobil rusak body dan pecah kaca,” kata Kapolres AKBP Doffei Fahlevi Sanjaya.

Dalam kondisi tidak kondusif dan memanas tersebut, petugas gabungan langsung melakukan pengamanan serta menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para perusuh.

“Hasilnya, delapan orang bisa diamankan beserta lima senjata tajam, dan 16 unit motor,” jelasnya.

Barang-bukti yang berhasil diamankan, sambung Kapolres yakni, satu tombak, satu bilah golok, dan tiga badik, kemudian  16 unit motor. Delapan di antaranya terdata dan terdaftar di Samsat. Namun tidak dilengkapi STNK dan BPKB serta delapan kendaraan lain tidak terdaftar di Samsat. Sedangkan dua diantaranya tidak ditemukan nomor rangka dan nomor mesin diduga karena telah terhapus.

“Barang-barang tersebut patut diduga diperoleh dari hasil kejahatan (tindak pidana). Polisi juga menemukan barang-bukti lainya berupa batu, kayu dan sendal pelaku yang ditinggal lari,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuhan Sadis Warga Menggala Diringkus Tekab 308

Dari delapan orang yang diamankan itu, tujuh di antaranya telah ditetapkan tersangka.

Mereka adalah, NAS (38), warga Kampung Tanjung Kemala Kecamatan Pubian dengan BB yang diamankan sajam jenis golok.

Kemudian ZA ( 28), warga Kampung Negeri Kepayungan Kecamatan Pubian. (BB yang diamankan sajam jenis pisau garpu dan positif amphetamin).

Ada lagi HAL (26 ), seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Bandar Lampung, warga Kampung Gedung Harga Kecamatan Selagai Lingga (BB sajam jenis garpu).

Terus MIF (19 ) seorang pegawai sebuah leasing, di Bandar Jaya,  warga Kampung Negeri Kepayungan Kecamatan Pubian (BB yang diamankan sajam jenis pisau).

Selanjutnya, HER ( 70) asal Kampung Gunung Raya Kecamatan Pubian (BB yang diamankan dua buah batu gumpalan semen).

Kemudian Ans (70), warga Kampung Gunung Raya Kecamatan Pubian (BB sajam jenis tombak).

Terakhir YUN (21) seorang kasie di Kampung Gedung Harta Kecamatan Selagai Lingga (BB yang diamankan satu buah karambit dan positif amphetamin).

ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat No.12/1951 tentang Membawa Senjata Tajam, Penikam atau Penusuk dan Pasal 214 KUHPidana.

“Sedangkan bagi tersangka YUN, dan ZA (28), (urinenya positif amphetamin). Kepada keduanya juga diterapkan UU No. 35 Tahun 2009, tentang penyalahgunaan Narkoba,” tegas kapolres.

Kapolres menegaskan, tujuh orang yang berhasil diamankan petugas besar kemungkinan terlibat dalam aksi pembakaran mess dan kendaraan serta aset milik PT GAJ.

Sementara satu lagi, AR (43), seorang operator Kampung Gunung Raya, asal Gunung Raya Kecamatan Pubian. AR belum ditetapkan tersangka. Karena sedang dalam pendalaman pemeriksaan oleh petugas.

“Kini para pelaku berikut barang-bukti telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah guna pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Dendi Ramadhona Kunjungi Saparudin, Warga Gedongtataan yang Derita Penyakit Komplikasi

(WII)

  • Bagikan