Eks Peratin Pagardalam Pesisir Barat Ditahan Cabjari Krui Terkait Dugaan Korupsi APBDes Rp1 M Lebih

  • Bagikan
Mantan Peratin Ditahan Jaksa
Mantan Peratin Pagar Dalam Pesisir Barat, AJ, saat naik ke mobil tahanan Cabjari Krui, Kamis (8/12/22). Foto: ist/WAKTUINDONESIA

KRUI, WAKTUINDONESIA – Mantan Peratin Pekon (Desa) Pagardalam Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat, Amri Jaya (AJ) resmi ditahan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Krui, Kamis, 8 Desember 2022.

Peratin Pekon Pagardalam periode 2016-2022 itu ditahan Cabjari Krui atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Pekon (APBPek) atau APBDes tahun 2020 dan 2021 senilai Rp1 miliar lebih.

“Berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian uang negara atas kerjasama Cabjari Krui dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Pesibar, sesuai dengan Laporan Hasil Audit Nomor: 700/LHA-283/III.01/2022, total jumlah kerugian negara mencapai Rp1.011.588.402,” kata Kepala Cabjari Krui, Christian Gultom, dalam konferensi persnya di kantor Cabjari Krui.

Menurutnya, penahanan tersangka AJ berdasarkan surat perintah penahan Nomor: Print-05/L.8.14.8/Fd.1./12/2022 tanggal 8 Desember 2022.

“Tersangka AJ hadir memenuhi panggilan dan kemudian akan ditahan selama 20 hari ke depan,” terang Christian Gultom di hadapan awak media.

“Penahanan tersangka sebelumnya, sudah melakukan serangkaian pemeriksaan oleh jaksa penyidik dengan mengumpulkan bukti dan sebanyak 57 orang menjadi saksi serta APIP Pesibar,” imbuhnya.

Lanjut Gultom, bahwa tersangka AJ disangkakan Primair Pasal (2) Ayat (1), Jo. Pasal 16 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman kurungan penjara sembilan tahun.

“Selanjutnya tersangka AJ akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan dan akan dititipkan hari ini ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas llB guna jaksa penyidik melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke penuntut umum,” pungkas Gustom.

Ketika disinggung terkait kemungkinan masih adanya tersangka lain dalam kasus tersebut, Gultom mengatakan bahwa hal tersebut masih terus dalam penanganan.

BACA JUGA:  Sah! SK Kepengurusan SMSI Lampung Barat Terbit, Ini Pengurusnya

“Tidak menutup kemungkinan masih adanya tersangka lain,” tukasnya. (WII)

  • Bagikan