“Jadi mereka itu tidak izin ke desa, dan yang bersangkutan juga tidak mau kalau harus seperti itu, bahkan yang harus dipertanyakan itu donasi yang didapat itu melalui rekening siapa dan kemana larinya donasi yang didapat, itu juga belum jelas, atau memang mereka hanya memanfaatkan warga kami saja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LKS Alamanda Kabupaten Tanggamus Roswati yang akrab disapa dengan nama Bunda Ros mengatakan, bahwa pihaknya datang ke lokasi berdasarkan informasi dari LKS yang di Kabupaten Pesawaran.
“Setelah kami mendapatkan informasi tersebut kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan seperti apa keadaan keluarga Suhardi,” kata dia.
“Setelah kami melihat sendiri keadaannya ya memang sangat memprihatinkan, bahkan kedua anaknya yang berumur 9 dan 6 tahun yang mengalami disabilitas tidak masuk dalam Kartu Keluarga (KK),” tambahnya.
Dirinya menjelaskan, kalau terkait ijin ke desa, dirinya tidak mengetahui hal tersebut, karena yang seharusnya mengurus izin tersebut adalah LKS yang di Pesawaran.
“Saya mewakili semuanya saya minta maaf karena tidak izin masuk ke Desa Way Kepayang ini, tapi niatan kami disini baik hanya mencarikan donasi untuk keluarga Suhardi,” ujarnya.
Dirinya juga menyayangkan adanya intimidasi dan tuduhan kepada LKS Alamanda, yang menyebutkan bahwa donasi yang didapat di makan oleh LKS Alamanda.
“Baru beberapa hari viral di tiktok saya dihubungi sana-sini untuk menghapus video tersebut, kemudian saya hapus. Dan soal berjualan dan Vidio tersebut juga sudah disetujui oleh keluarga Suhardi,” pungkasnya.
Diketahui, pihak LKS Alamanda tersebut meminta kepada awak media untuk tidak menaikkan berita tersebut, karena menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah.
(WII)





