Lebih lanjut diterangkannya, kebijakan belanja diarahkan pada efisiensi dan efektivitas anggaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar, sarana prasarana dan infrastruktur. Sedangkan untuk alokasi anggaran dilakukan sesuai dengan pendelegasian kewewenangan pada OPD, dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan serta tetap mengutamakan akuntabilitas perencanaan anggaran.
“Pencapaian target kinerja APBD Tahun 2022 digambarkan oleh serapan anggaran belanja daerah sebesar Rp768,63 Milyar dari total anggaran sebesar Rp915,56 Milyar atau sebesar 83,95 persen. Sementara realisasi pendapatan daerah adalah Rp769,76 Milyar dari target pendapatan sebesar Rp911,70 Milyar atau sebesar 84,43 persen,” papar Wakil Bupati.
Masih kata Wakil Bupati, berdasarkan hasil yang telah disusun dalam struktur APBD, bahwa pendapatan daerah meliputi PAD dengan realisasi sebesar Rp29,04 Milyar dari target sebesar Rp75,03 Milyar atau sebesar 38,71 persen.
Sementara pendapatan daerah yang bersumber dari dana transfer terealisasi sebesar Rp740,71 Milyar dari target sebesar Rp836,66 Milyar atau sebesar 88,53 persen.
“Realisasi belanja terdiri dari belanja operasi sebesar Rp421,75 Milyar dari anggaran sebesar Rp507,30 Milyar atau sebesar 83,14 persen. Realisasi belanja modal sebesar Rp217,25 Milyar dari anggaran sebesar Rp260,95 Milyar atau sebesar 83,25 persen. Selanjutnya realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp8,1 Juta dari anggaran sebesar Rp4,04 Milyar atau sebesar 0,20 persen. Serta realisasi belanja transfer sebesar Rp129,61 Milyar dari anggaran sebesar Rp143,26 Milyar atau sebesar 90,47 persen,” imbuhnya.
Zulqoini menandaskan pihaknya tak menampik masih banyak harapan masyarakat maupun DPRD sebagai mitra kerja Pemkab Pesibar dapat terakomodir pada penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan. Hal tersebut disebabkan kondisi yang obyektif karena adanya keterbatasan kapasitas keuangan daerah yang mampu mengimbangi dinamika kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.
“Dengan demikian diperlukan kerja keras dari semua pihak dalam rangka membangun Pesibar ke arah yang lebih baik, bermartabat dan berbudaya. Pada pelaksanaan program dan kegiatan pemkab tahun lalu, tentu saja masih memiliki berbagai kelemahan. Karenanya Pemkab Pesibar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pesibar,” tukas Zulqoini. (ers/WII)





