KEDONDONG, WAKTUINDONESIA – Diduga realisasi Dana Desa (DD) tahun 2021 hingga tahun 2023 di Desa Gunung Sugih Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran sarat penyimpangan dan kegiatan fiktif yang dikelola Kepala Desa (Kades) desa setempat Syaiful Anwar.
Dugaan tersebut terungkap dari data yang di kumpulkan media ini, terkait pengelolaan DD Gunung Sugih yang digelontorkan pemerintah pusat terkesan janggal dan mencurigakan.
Salah satunya, seperti pada realisasi DD tahun 2021 terdapat anggaran dukungan pendidikan bagi siswa miskin/berprestasi jumlah siswa penerima bea siswa. (Pemberian bantuan kepada siswa sekolah dasar) sebesar Rp10 juta.
Saat dikonfirmasi salah satu warga Desa Gunung Sugih yang namanya enggan disebutkan namanya mengaku bahwa, dirinya belum pernah mendengar adanya bantuan kepada siswa sekolah yang di dapat dari pihak desa.
“Saya belum dengar selama ini bang ada bantuan buat anak sekolah, apalagi di tahub 2021 kan daring, jadi gak ada bantuan baik tas buku atau lainnya,” kata dia, Minggu (29/10/2023).
Begitu juga pada anggaran tahun 2022 yang diduga kuat adalah kegiatan fiktif. Terdapat anggaran Pemberdayaan Masyarakat Desa bantuan perikanan (bibit/pakan/dst) Bantuan perikanan (bantuan bibit ikan lele) Rp34 juta.
“Saya rasa bantuan bibit ikan itu tidak ada, karena di Desa Gunung Sugih ini sangat jarang warga yang punya kolam karena aliran air untuk kolam juga sulit,” ujarnya.
“Kalaupun ada juga ya hanya Kepala Desa saja yang punya kolam ikan,” tambahnya.
Bukan hanya itu, pada DD Anggaran Tahun 2023 juga tercantum beberapa pekerjaan yang diduga kuat bernuansa mark up dan fiktif.
Pekerjaan tersebut adalah pembangunan/rehabilitasi/peningkatn sarana dan prasarana pariwisata milik desa (Pemasangan lampu jalan LED tenaga surya ) sebesar Rp45 juta yang diduga tidak sesuai jumlah lampu dengan jumlah harga yang tertera.





