“Alhamdulillah hari ini program tanam kedelai di Lampung sudah mulai dilaksanakan, dan kami saat ini menunggu laporan dari pemerintah daerah Pesawaran dan Provinsi Lampung, terkait luasan lahannya agar di tahun 2025 Provinsi Lampung mendapatkan program kembali,” kata dia.
“Kami harap di Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran kedepannya memiliki kawasan insitu yang menjadi model untuk seluruh kegiatan kedelai, karena itu merupakan program berkelanjutan, sehingga tidak ada lagi kekurangan ketersediaan kedelai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pesawaran, Sam Herman mengatakan, dalam menjalankan program tersebut, pihaknya mendapatkan bantuan dari pusat berupa lima ton bibit kedelai, 50 alat tanam kedelai, dan pestisida untuk perawatannya.
“Program tanam kedelai ini seluas 1000 hektar, dan saat ini kita mulai 100 hektar di antaranya 80 hektar di Desa Tamansari dan 20 hektar di Desa Bogorejo,” kata dia.
Dirinya menjelaskan, untuk sisanya 900 hektar lainnya berada di tujuh kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
“Kami berharap penanaman kedelai di 100 hektar ini bisa berhasil dan kedepannya akan kita kembangkan menjadi 1000 hektar,” pungkasnya.
(WII)





