Dirinya mengungkapkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital.
“Hal itu diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030 mendatang,” ungkapnya.
Dirinya juga menyatakan, bahwa dalam aspek bisnis, sosial dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi.
“Hal itu untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sehingga potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap,” katanya.
“Jadi mari kita bersama-sama menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan, karena kemajuan telah terpampang nyata di depan mata untuk menuju “Indonesia Emas”,” pungkasnya.
(WII)





