WAKTUINDONESIA – Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pesawaran mengaku ikut prihatin dan miris terkait dengan kasus tidak adanya ijazah SMA/Sederajat mantan Bupati Pesawaran periode 2010-2015 Aries Sandi Darma Putra.
“Menanggapi pemberitaan berkaitan dengan persoalan tersebut, kami sebagai Pemuda Pesawaran sangat merasa prihatin dan miris,” kata dia, melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu 9 Maret 2025.
Menurut mantan Ketua KWRI Pesawaran, gara-gara kejadian tersebut banyak yang dirugikan, termasuk masyarakat Pesawaran pada umumnya.
“Karena permasalahan ini, masyarakat Pesawaran merasa dibohongi dan dirugikan,” ujarnya.
Tokoh Pemuda yang akrab di sapa Agung ini, berharap, supaya pihak terkait dan penegak hukum serius mengusut serta menuntut para pelaku dan pengguna dengan hukuman maksimal sehingga aksi kejahatan ini dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Kami berharap dilakukan pengusutan secara komprehensif, pelaku dan pengguna harus ditindak secara tegas,” tegasnya.
Menurutnya, Aparat Penegak Hukum harus mengusut tuntas persoalan ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.





