“Pada tanggal 28 oktober lalu, bertempat di Sekolah Kopi, Pekon Sukajaya, Sumber Jaya, telah dilaksanakan rapat kordinasi antar perangkat daerah yang dihadiri Dinas PMD, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan Para Camat dan Perwakilan Peratin dan Para Tutor Sekolah Kopi yang menyepakati sekolah kopi masuk pekon sebagai upaya dalam mendongkrak produktivitas kopi dan kesejahteraan petani kopi sesuai dengan visi,misi dan program Bupati dan Wakil Bupati Lambar lima tahun ke depan,” kata Anton.
Mengenai sekolah kopi masuk pekon, Anton Wijaya, menjelaskan pada pelaksanaan sebagai langkah dalam meningkatkan produktivitas kopi melalui budidaya yang efektif dan modern, peningkatan pascapenen dan pengelolaan serta mendorong peran aktif generasi muda.

Selain itu, sekolah kopi masuk pekon dapat dianggarkan melalui dana desa sejauh penganggarannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sehingga pekon yang telah menganggarkan untuk program sekolah kopi masuk pekon di tahun 2025 ini, dapat langsung menjalankan program di tahun berkenaan.
“Pelaksanaan dan pelatihan dapat langsung dilakukan pada tahun ini bila pekon sudah siap dengan anggarannya. Modelnya bisa dilaksanakan masing-masing pekon meupun berkolaborasi dengan pekon lain dan pelaksanaanya dikoordinasikan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan,” pungkasnya. (adv)





