LAMPUNG BARAT, WAKTU INDONESIA – Pemkab Lampung Barat telah melaunching penggunaan kekuhan (Juga dieja kukuhan) atau kentongan sebagai alat komunikasi atau peringatan dini atas suatu kejadian berbasis kearifan lokal.
Launching kekuhan itu dipimpin Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di SMPN1 Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kamis, 12 Februari 2026.
”Kentongan ini adalah alat tradisional yang digunakan untuk menandakan suatu kejadian di tengah masyarakat. Penggunaan kentongan ini cukup menarik untuk efektif dan efisien,” kata Bupati Parosil.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat, Padang Prio Utomo, menyebut ada tujuh pola ketukan atau cara tabuhan kekuhan atau kentongan di Lampung Barat.
Tiap cara tabuhan memiliki makna atau menandakan kejadian berbeda.
Berikut Arti Isyarat 7 Tabuhan Kekuhan atau 7 Pola Kentongan di Lampung Barat
1. Sekali ketukan yang diulangi selama tiga kali
Contoh:
– Tok
– Tok
– Tok
Ini menandakan ada yang meninggal dunia
2. Dua ketukan yang diulang sebanyak tiga kali
Contoh:
– Tok tok
– Tok tok
– Tok tok
Ini menandakan ada kemalingan di wilayah tersebut
3. Tiga ketukan yang diulangi tiga kali
Contoh:
– Tok tok tok
– Tok tok tok
– Tok tok tok
Kode ini menandakan terjadi kebakaran rumah
4. Empat ketukan yang diulangi tiga kali
Contoh:
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Ketukan itu menandakan terjadi bencana alam, seperti longsor, gempa bumi dan bencana lainnya
5. Lima ketukan pendek diulangi tiga kali
Tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok
Ketukan itu menandakan terjadi kemalingan ternak, seperti kambing, sapi dan ternak lainnya
6. Satu ketukan pendek (jeda) kemudian 10 ketukan panjang (jeda) dan ditutup ketukan sekali
Tok
Tok 10X
Tok
Ketukan ini untuk gotong royong kerja bakti dalam kondisi aman
6. Ketukan panjang tanpa jeda
Kentongan ditabuh terus-menerus tanpa jeda
Contoh:
Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok (terus ditabuh tanpa jeda)
Ini menandakan ada bahaya di wilayah tersebut
Demikian arti tabuhan kekuh atau kentongan di Lampung Barat.***





