Antrean BBM Subsidi Jenis Pertalite dan Solar jadi Fenomena di SPBU Liwa Lampung Barat

  • Bagikan

Salah seorang pengendara Ependi, mengeluhkan antrian panjang yang menyita waktu.

“Untuk mendapatkan BBM subsidi jenis pertalite sangat susah, menyita waktu untuk beraktivitas, kalo beli di eceran sangat mahal selisih Rp.3.000, dari harga di SPBU dengan harga Rp10.000 per/liter, kalo beli di pengecer harganya lebih mahal,” keluhnya.

Ependi berharap kedepan ada solusi agar antrian ini tidak berlarut-larut untuk mendapatkan bahan bakar BBM jenis pertalite. Dimana BBM ini menjadi salah satu kebutuhan transportasi masyarakat.

“Kami berharap adanya tindakan baik dari Pemkab melalui Dinas terkait maupun dari aparat kepolisian, maslahnya apa dan apa solusinya, mengingat keluar dari kabupaten ini antrian meskipun terjadi tapi tidak separah di Lampung Barat ini,” kata dia.

Sementara pengawas SPBU 34.345.15 Balik Bukit, Dedi belum bisa dikonfirmasi. Saat awak media mengunjungi kantornya sedang tidak berada di tempat, di hubungi via ponselnya meskipun aktif tidak ada jawaban. Dicoba komunikasi melalui WhatsApp juga tidak ada balasan.

Fenomena antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan pertalite ini berbanding terbalik dengan ketersedian BBM di kios-kios eceran disekitar SPBU yang selalu tersedia disepanjang hari.

BACA JUGA:  Berulah Lagi, Residivis Curat yang Beraksi di 'Kandang' itu Ditangkap Polisi
  • Bagikan