LIWA, WAKTUINDONESIA – Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa (Forma) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Yan Barusal, mengungkapkan dugaannya terkait besaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru tidak melalui tahap sampling survei.
Akibatnya, setelah diumumkan 13 Juli 2021 lalu, Yan menyebut banyak orang tua dan calon mahasiswa yang mengeluh lantaran besaran UKT yang ditetapkan.
Yan menilai penetapan golongan UKT itu terkesan asalan.
“Terkesan main tembak saja, sebelum pengumuman golongan UKT kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus terkait jadwal diumumkannya hasil seleksi golongan UKT kepada pihak akademik,” tutur Yan kepada awak waktuindonesia.id, Senin (19/7/21).
Menurut Yan, pihak akademik berkilah tidak mengetahui pasti terkait hal tersebut.
Dikatakan Yan, pihaknya sekarang tidak diberikan kewenangan seperti tahun-tahun sebelumnya dalam proses penyeleksian dan penetapan golongan UKT.
Yan pun menegaskan, adanya UKT ialah dimaksudkan untuk meringankan keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah agar dapat merasakan keseteraan dalam wilayah pendidikan.
“Maka konsep UKT adalah konsep gotong royong yang di berikan oleh pemerintah, amat di sayangkan jika dalam tataran praktik tidak dijalankan dengan baik,” sesal mahasiswa asal Lampung Barat (Lambar) tersebut.
Yang juga mengatakan jika Forma UIN RIL mencurigai pihak kampus tidak melakukan sampling survei terhadap calon mahasiswa baru untuk melakukan pencocokan data.





