Pada Pilkada Pesawaran dipastikan tidak ada calon independen karena sampai selesai masa tahapan pendaftaran tidak ada satupun yang mencukupi persyaratan.
2. Perahu Politik
Untuk diketahui salah satu syarat wajib bagi calon Bupati Pesawaran adalah mendapatkan rekomendasi dukungan partai yang jumlah totalnya 9 kursi DPRD Kabupaten setempat.
Artinya sudah dapat dihitung dan diprediksi apa yang akan terjadi pada Pilkada beberapa bulan kedepan.
Jika kita bisa jeli melihat dari semua partai politik yang mempunyai kursi di DPRD, yang belum menentukan sikap secara tetulis adalah PAN 5 kursi, PKB 5 kursi dan PKS 4 kursi, namun dengan melihat hubungan baik selama ini tidak menutup kemungkinan partai tersebut mengusung petahana.
Selanjutnya Partai Nasdem dengan 4 kursi telah mendeklarasi mengusung M. Nasir sebagai Calon Bupati berpasangan dengan Naldi Rinara yang merupakan Ketua DPD Nasdem Kota Bandarlampung yang juga Anggota DPRD Kota Bandarlampung. Nasdem Pesawaran pun masih tetap optimis bahwa calon yang akan diusung masih dapat tambahan kursi partai lain sehingga bisa mencukupi 9 kursi
Tinggal lah tersisa Partai Hanura dengan dua kursi, dan PBB dengan 1 kursi, yang sampai saat ini masih belum menentukan sikap secara tertulis dari DPP Partai masing-masing. Tetapi jika kita lihat komunikasi dengan calon Bupati M. Nasir sangat intens, tidak menutup kemungkinan Hanura dan PBB masih optimis M. Nasir masih dapat tambahan kursi partai lain.
Terbaru komentar dari Ketua DPD PAN Kabupaten Pesawaran mengatakan bahwa Partai Islam tersebut memberikan isyarat untuk mengusung petahana dalam kontestasi pilkada 2020 mendatang.
Hal tersebut diketahui dari hasil wawancara dengan Ketua DPD PAN Kabupaten Pesawaran, Paisaludin.
“Ya mau apalagi? Semua sudah mengerucut ke petahana, partai-partai lain juga sudah pada tau,” pungkasnya, Jumat (19/6).
Tetapi jika kita bicara tentang politik. Politik itu identik dengan kekuasaan, bicara lagi tentang politik, politik itu kepentingan, dan jika kita bicara lagi tentang politik, politik itu dinamis, artinya prediksi tentang politik yang kita lihat sampai dengan saat ini, di kabupaten pesawaran dapat berubah sewaktu-waktu di detik-detik akhir (last minute), sesuai dengan kepentingan dari masing-masing para elit partai untuk dapat meraih kekuasaan dengan segala strategi.
Penulis: Rama Diansyah, SH (Redaktur Pelaksana waktuindonesia.id)





