Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Ayat di atas merupakan penegasan dari Allah. Penegasan tersebut seharusnya dapat memotivasi umat Islam untuk tidak pernah menyepelekan sesuatu yang buruk. Umat Islam harus benar-benar memerhatikan kecurangan, ketidak-adilan, ketidak-syariatan.
Tanda orang beriman bukan hanya rajin shalat atau puasa saja, tetapi harus diberengi dengan kebiasaan selalu mengajak manusia untuk berlaku sesuai aturan ilahi. Rasul SAW bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
“Siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian, hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Jika tidak mampu, hendaklah mengubah dengan hatinya. Itu adalah selemah-lemah iman.” (HR Muslim).
Untuk itu, mari peduli untuk melawan ketidakteraturan menuju mardhatillah. Wa Allah A’lam bi al-Shawaab.
Ditulis Oleh Wildan Hanafi Fungsionaris Badan Penggelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung.





