Tanah Bekas Kerukan Parit Dibiarkan Begitu Saja, Dianggap Ganggu Aktivitas Warga

222

KARO, WII – Masyarakat yang tinggal di ka­wasan Jalan Pasar Berastagi Kelurahan TL Mulgap II, tepatnya dekat pajak lama, mengeluhkan tanah korekan parit drainase yang dibiarkan teronggok selama berbu­lan-bulan. Hal tersebut dianggap telah meresah­kan dan mengganggu masya­rakat saat melakukan aktivitas, se­perti berda­gang.

“Oleh karena itu, kita minta kepada pihak terkait khususnya Kelurahan TL Mulgap II Berastagi Kabupaten Karo, agar segera mengangkat tanah hasil kerukan parit dari pengorekan mereka itu,” tegas R Purba ke­pada wartawan, Minggu (21/6).

Ia mengungkapkan, masyarakat yang ting­gal di kawasan tersebut merasa resah dan me­nge­luh. Sebab, tanah yang teronggok itu me­ngotori jalan apabila turun hujan. Sehingga masyarakat yang berdagang kawasan tersebut menjadi terganggu, terlebih pada saat ini Berastagi juga sedang dilanda musim hujan.

“Tanahnya tidak hanya mengotori jalan, karena hujan, tanah yang teronggok itu pun kembali longsor ke parit. Ini kan terkesan seperti pekerjaan sia-sia,” kritik Purba ini.

Sebaiknya, lanjutnya, apabila sudah dilakukan pengorekan tanah dari parit, segeralah diangkat. Jangan dibiar­kan, apalagi sampai berhari-hari.

“Kita minta instansi terkait baik dari kelurahan maupun kecamatan harus segera menindaklanjuti persoal­an tersebut. Jangan hanya diam dan tidak mengawasi pekerjaan tersebut,” pungkasnya (RT/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Kapolres Pesawaran Pimpin Sertijab Tiga Perwira