Lobster Budidaya Dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Laut, Bupati Agus Puji Terobosan CV GJP

  • Bagikan

KRUI, WII – Bupati Pesisir Barat (Pesibar),
Agus istiqlal, menghadiri pelepasliaran lobster yang merupakan hasil budidaya CV. Guntur Jaya Perkasa (GJP), di Pekon Marang Kecamatan Pesisir Selatan, Kamis (16 /7).

Kegiatan itu juga dihadiri Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD Pesibar, forkopimda Pesibar-Lambar, beserta pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Pemkab Pesibar, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Provinsi Lampung, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Provinsi Lampung, Kepala Satker Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Provinsi lampung, camat Pesisir Selatan dan masyarakat setempat.

Menurut Bupati, Agus Istiqlal, di sepanjang wilayah Pesibar diikuti garis pantai yang membentang hingga sepanjang 210 KM.

Dengan letak strategisnya yang demikian, bisa dipastikan berbagai jenis sumberdaya kelautan yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah lobster.

“Lobster merupakan hasil tangkapan yang menjadi produk unggulan dari Pesibar. Terbukti dengan pendistribusian lobster dari Pesibar bahkan sudah sampai luar Provinsi Lampung dan saat ini menjadi produk yang paling diminati oleh masyarakat,” terang Bupati Agus.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, saat ini teknologi budidaya lobster kian banyak dilakukan oleh pembudidaya. Tak terkecuali langkah yang saat ini digeluti oleh CV. GJP, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Sebagai bentuk perhatiannya kepada keberlanjutan sumberdaya lobster di Pesibar maka CV. GJP melaksanakan kegiatan pelepasliaran lobster hasil budidaya di kawasan konservasi laut daerah Ngambur,” pungkasnya.

Bupati menandaskan langkah budidaya lobster yang saat ini diawali oleh CV. GJP  menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang perikanan dan di bidang lain untuk selalu memperhatikan ketersediaan dan keberlanjutan sumberdaya alam yang dimanfaatkan.

BACA JUGA:  Dana Refocusing Disporapar Lambar Tangani Dampak Ekonomi Pandemi

(noe/wii)

  • Bagikan