Diiringi Tangis Keluarga, Cerita Heroik Prajurit Yonif 125/Si’Mbisa Jaga Keutuhan NKRI di Perbatasan RI-Papua Nugini

570

KARO, WII – Jerit tangis dan suasana penuh haru Pada Minggu 17 Mei 2020 lalu, saat 450 Prajurit dari Yonif 125/Si’Mbisa melambaikan tangan kepada anak, istri dan kerabat yang akan mereka tinggalkan demi panggilan tugas sebagai benteng NKRI di Pelabuhan Belawan.

Kini, ke-450 Prajurit dari Yonif 125/Si’Mbisa Kabanjahe yang dikomandoi langsung oleh Danyon Letkol.Inf Ajuanda Pardosi ini tengah menjalankan amanah menjaga perbatasan RI – Papua Nugini.

Meski cuaca dan medan tak bersahabat mengiringi langkah para prajurit ini tetap semangat, gagah man perkasa dan selalu berusaha menjalankan tugas dengan baik demi NKRI. Karena mereka telah lama ditempah di Brigif 7/Rimba Raya dan Kodam I/Bukit Barisan.

Dua bulan sudah mereka meninggalkan keluarga untuk menjaga perbatasan Papua sebelah selatan, kadang terselip kerinduan yang mendalam, rindu itu hanya mampu diucapkan dalam Doa, semoga keluarga yang mereka tinggalkan selalu dalam keadaan baik dan sehat walafiat.

“Bukan tak khawatir meniggalkan keluarga yang begitu jauh, apalagi dalam situasi pandemi corona seperti sekarang ini, tapi tugas negara tak mungkin bisa ditunda, sebagaimana kita tahu bahwa TNI itu adalah benteng Negara, kemanapun dan kapan pun ditugaskan, harus siap,” kata Danyon 125/Si’Mbisa, Letkol Inf Ajuanda Pardosi, melalui WhatsApp kepada awak media ini, Selasa (28/7).

Sekretaris DPC LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia) kabupaten Karo, Jhon Ginting, mengatakan ke 450 prajurit Yonif 125/Si’Mbisa adalah Duta dari Kodam I/Bukit Barisan sebagai kebanggaan Sumatera Utara.

“Kami bangga dengan kalian, kami ikut berdoa, semoga kalian pulang dengan selamat tak kurang suatu apapun, karena tugas kalian begitu mulia, walaupun itu sangatlah berat, Jayalah TNI-KU, Ini harapan dan doa Kami dari DPC LAMI Karo,” tutur Jhon Ginting (rek/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Besok Budi Utomo Resmi Dilantik Jadi Bupati Definitif Lampura