Jalannya jadi Hotmix Warga Atar Kelawi Ungkapkan Terimakasih kepada Pemkab Pesibar

  • Bagikan

Kendati begitu, menurut dia, untuk melakukan perbaikan dimaksud, pihaknya harus memesan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pencampur aspal. “Sedangkan AMP baru bisa dipesan di perusahaan yang memproduksinya, ketika orderan mencapai 200 Ton per hari. Artinya, membutuhkan waktu agar orderan AMP mencapai angka tersebut yang merupakan gabungan orderan dari beberapa perusahaan,” papar Riski.

Pihaknya menjadwalkan untuk pelaksanaan perbaikan tersebut baru akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan setelah material yang dibutuhkan dalam melakukan perbaikan sudah siap. “Informasi yang diterima dari perusahaan yang memproduksi aspal yaitu PT. Subanus, bahwa AMP akan tiba dalam beberapa hari kedepan, dan kami akan langsung melakukan penanganan di jalan tersebut,” tuturnya.

Masih kata Riski, kerusakan dimaksud disebabkan oleh curah hujan yang lumayan tinggi pada saat pihaknya selesai melaksanakan pengaspalan, sehingga daya rekat aspal mengalami pengurangan akibat guyuran hujan. “Berdasarkan perhitungan total dari panjang jalan 2,4 KM dan lebar 3,5 Meter jika dibandingkan dengan titik yang mengalami kerusakan yang jika diakumulasikan sekitar 36 Meter, maka kerusakan yang terjadi jika dipersentasekan masih dibawah 5 persen,” kata dia.

Lebih lanjut Riski menerangkan, saat ini sistem pembangunan jalan hotmix lebih mengarah ke uji layak jalan atau open traffic, pasca selesainya hotmix. “Dinas memerintahkan kami agar jalan yang sudah selesai dihotmix langsung dilakukan uji layak jalan dengan membiarkan semua melintas dijalan tersebut dan kalau ada kerusakan langsung ditangani,” pungkasnya.

“Proyek tersebut belum dilakukan Final Hand Over (FHO). Jadi kalau kami tidak melaksanakan kewajiban kami, jelas kami yang rugi karena tidak dibayar oleh pemerintah,” tukas Riski. (ers)

BACA JUGA:  KT Pesibar Galang Dana Batuan Korban Bencana Sulbar, Kalsel-Kalbar
  • Bagikan