“Mengingat letak geografis Indonesia, yang berada di antara dua benua dan dua samudera, Indonesia harus mempunyai peran penting. Untuk itu ketersediaan data dan informasi hidro-oseanografi sangatlah penting bagi pembangunan sektor kemaritiman, konektivitas antar pulau dan guna mendukung poros maritim dunia. Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara,” katanya.
Diketahui, acara itu menghadirkan beberapa pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya RADM Luigi Sinapi (Direktur IHO) dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Keynote Speaker, Hans Christoffer Lauritzen (Direktur Primar/ Norwegia), Trias Aditya PhD (Geodesi UGM), Ole Kristensen (SW Manager EIVA Maritime Survey and Contruction Solutions Denmark), serta Yudi Hendarto (Direktur Explora Prima Survey Specialist).
Webinar ini mendapat antusiasme yang tinggi, baik di lingkup nasional maupun internasional. Pendaftar sejumlah 887 orang, dan participant maksimum online zoom 340 dan youtube online 120. Dari lingkup nasional, para peserta terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya dari Kemenkomar, KemHan, Kemenhub, BPN/ATR, BIG, BPPT, KKP, KemenESDM, KemenPUPR, KNKT, BNPB, Bakamla, Bappeda, LAPAN, KemLu, KemPariwisata Ekononi Kreatif, TNI-Polri, BUMN/swasta dan professional, serta Perguruan Tinggi.
Sementara, beberapa pejabat yang hadir antara lain, Sekjen IHO dan beberapa direktur, Chairman dan Direktur Seabed2030 Gebco, National Hydrographer dari India, New Zealand; Malaysia; Singapore, Kementerian Lembaga, serta pejabat di lingkungan TNI, dan Lembaga nasional lainnya.
(esa/WII)





