“Siapa yang ngerusak, dia yang tanggung jawab,” ucap Joni mengikuti perkataan pemangku kepadanya.
Bahkan, tekanan agar segera memperbaiki bukan hanya ditujukan kepada dirinya. Melaikan, ayahnya kandung yang juga tinggal bersamanya tidak luput dari tekanan aparat pekon tersebut.
“Itu disuruh dibobok dan di cor lagi jalannya. Berapa kali bilang seperti itu ke saya dan ke bapak juga,” terangnya
Sementara Peratin (Kepala Desa) Pekon Wates, Mirwan Atmaja membenarkan bahwa kondisi jalan rabat beton sepanjang kurang lebih 80 meter dengan ketebalan 15 cm baru selesai dikerjakan oleh pihaknya beberapa bulan lalu. Namun, kondisinya kini banyak mengalami kerusak.
Akan tetapi, pihaknya menegaskan bahwa hal itu akibat mobilitas yang cukup tinggi dari masyarakat setempat.
Alasannya masyarakat setempat rata-rata memiliki kendaraan roda empat. Hal itulah yang memicu jalan cepat mengalami kerusakan.
“Di lingkungan situ kan rata-rata masyarakatnya memiliki mobil semua. Selain itu ada yang usaha, seperti Joni buka audio mobil dan ada yang usaha ayam. Banyak mobil dateng kesitu pasang audio tempat Joni,” ucapnya.
Terkait adanya tekanan kepada masyarakat untuk memperbaiki kerusakan jalan tidak dibenarkan oleh pihaknya.
Menurutnya, pihaknya hanya menyarankan masyarakat bila ada inisiatif agar lebih mudah melewati jalan dipersilahkan untuk menambah sisi jalan dengan semen agar tidak tinggi.
“Dipersilahkan masyarakat menambah pada sisi jalannya agar lebih mudah untuk melewatinya,” katanya.
Dikatakan Mirwan, pihaknya dalam waktu dekat yang akan segera memperbaiki jalan tersebut. Hal itu sesuai dengan arahan tim monitoring evaluasi (Monev) dari Dinas Pemerdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Lambar yang sebelumnya melakukan pengecekan ke lokasi. (WII)





