Inilah Legenda Tercetusnya Nama Kampung Batukarang si Emas Hijau Itu

574

Batu yang disebut menjadi bukti sejarah. Foto: Rekro T/ Waktuindonesia.id

KARO, WAKTUINDONESIA — Desa Batukarang Kecamatan Payung kabupaten Karo, Sumatera Utara berada 1.100 mdpl.

Itu merupakan salah satu desa terpadat penduduknya di Kabupaten Karo. Dimana saat ini penduduknya bekisar 1.700 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.000 jiwa, yang hidup dari hasil pertanian ( padi, cabai, tembakau). Desa Batukarang berjarak sekitar 23 Km dari Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo dan 99 Km Dari Kota Medan (Ibokota Provinsi Sumatera Utara).

Sekitar tahun 80-an julukan si emas hijau (vanili) pernah membuat nama Batukarang semakin mendunia dengan kualitas vanilli terbaik di Indonesia selain dari Provinsi Bali.

Peristiwa linur (gempa bumi) Batukarang pada September 1936, juga sering menjadi patokan umur (usia) bagi orang Karo pada saat ini. Salah satu kejadian yang membuat Batukarang menjadi lebih terkenal, ditambah lagi dengan adanya tokoh- tokoh pejuang, diantaranya Pahlawan Nasional KIRAS BANGUN (GARA MATA), Kapten Pala Bangun, Barisan Harimau Liar (BHL). Belum lagi dari sepak bola dan senimannya

Dari dunia pendidikan, info yang didapat penulis bahwa SMP Negeri pertama di Tanah Karo berada di Desa Batukarang (belakangan izinnya dipindah tangankan ke SMPN 1 Kabanjahe).

“Legenda Desa Batukarang’

Desa Batukarang awalnya bernama Rimo mukur yang terletak di Mbusuka(mata air Pancur Siwah) yang kabarnya didirikan oleh marga Sigunderang dengan istrinya Beru Ginting Suka.

Suatu ketika berkunjunglah Marga Sigunderang dan istrinya ke kampung kalimbubunya(hula hula) ke desa Suka, Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo.

Sesampainya di Desa Suka, ditanya Pengulu Suka anaknya si Beru Ginting Suka, “apakah anaknya itu senang dan betah tingggal di Rimomukur”?

Anaknya si Beru Ginting Suka menjawab bahwa Dia betah dan senang tinggal di sana, cuma ada satu keluhannya yakni sulit dan jauhnya mendapatkn air bersih untuk kebutuhan air minum dan mandi. Pengulu Suka yang sakti menjanjikan akan membuat mata air yang besar di kampung anaknya untuk mengatasi keluhannya.

BACA JUGA:  BLT DD Dipangkas dari Rp600 Ribu jadi Rp300

Malam itu juga Pengulu Suka mengeluarkan ilmu kesaktiannya memanggil dan menyuruh mahkluk halus (jin) untuk membuat saluran air dari Suka ke Rimomukur. Mahkluk halus (jin) bergotong royong membuat saluran air bawah tanah dari Desa Suka sampai ke desa Rimo mukur.

Setelah pekerjaan selesai, ternyata mahkluk halusnya tidak mau pulang lagi ke Suka, malahan mereka merasa betah, nyaman dan senang tinggal di Desa Rimomukur sehingga mereka berdiam dan tinggal Desa Rimomukur.

Setelah beberapa hari Sigunderang dan istrinya tinggal di Suka, mereka berniat kembali pulang ke kampung ke Rimomukur.

Namun, alangkah terkejutnya mereka begitu tiba di desanya melihat di samping rumahnya ada mata air yang besar dan airnya begitu jernih.

Mereka tau, bahwa adanya mata air itu berkat kesaktian Pengulu Suka. Sigunderang dan istrinya begitu senang serta menamai mata air itu dengan sebutan “Mbusuka”, yang artinya mata air dari Suka (mbul, mbul, sumbul = mata air jernih).

Namun semenjak munculnya mata air Disamping rumahnya, mereka merasa tidak nyaman lagi dan sering gelisah, terlebih di malam hari. Ada saja hal-hal yang aneh (gaib) sering terjadi seperti orang yang sedang bercakap-cakap(ngobrol), suara berpesta pora dan kejadian aneh lainnya.

Akhirnya Sigunderang dan Istrinya berembuk untuk segera berpindah tempat tinggal, sekitar 100 meter ke arah barat Rimomukur yang telah menjadi angker dan keramat setelah munculnya mata air “mbusuka” tersebut, hingga sekarang.

Setelah, berpindah tempat tinggal ke arah Barat, kehidupan mereka menjadi nyaman tidak ada lagi gangguan mahluk gaib.

Selanjutnya,tahun berganti tahun semakin banyaklah keturunan Sigunderang dan orang lain pun semakin banyak tinggal di desa tersebut.

Pemukiman yang baru ditempatinya tersebut diberi nama Batukarang( karang = kandang ,pagar), karena ada tiga(3) jalan keluar masuk (kampung baru).

BACA JUGA:  Kades Simartugan Lantik 11 Perangkat Desa Baru

Dimana, Sebelum memasuki kampung ini, baik dari arah manapun, terdapat batu yang sangat besar seperti memagar dan membentengi desa tersebut.

Batu pertama berada di jalan ke arah desa Rimokayu (Tembusoh), Batu kedua ke arah Pancur Siwah, persis di dekat Lau Bentayan (pemandian umum perempuan-red). Serta Batu ketiga berada di Simpang Tiga, stasion bus. Sehingga nama Batukarang melegenda hingga kini menjadi nama desa Batukarang, Kecamatan Payung.

Perlu juga diketahui bahwa saat ini desa Batukarang telah dimekarkan menjadi dua(2 ) desa, yakni Desa Batukarang dan desa Persiapan Batukaran, yang secara resmi dimekarkan oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, baru baru ini.

Saat ini desa Batukarang Induk di nahkodai oleh pejabat(PJ) Batukarang Induk oleh Firdaus Bangun dan Pejabat(PJ) Desa Batukarang persiapan dijabat oleh Julius Sinulingga.

Penulis: Rekro Tarigan/ Wartawan WAKTU INDONESIA (Dikumpulkan dari berbagai sumber)

Facebook Comments