Inilah Cerita Asal Mula Pakpak Bharat hingga Mekar dari Dairi, tapi Ganti Nama Berhembus

  • Bagikan

Kamsi Jannes Tumangger. Foto: Hanafi Munte / WAKTU INDONESIA

SUMUT, WAKTUINDONESIA – Mantan Danramil Kerajaan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) tahun 1998-2002, Kamsi Jannes Tumangger, mengisahkan mekarnya Kabupaten Pakpak Bharat dari kabupaten induk, Dairi.

Pria yang karib disapa Kaje ini bercerita di salah satu warung kopi Sidikalang, Minggu (4/10/2020).

Diketahui, Kamsi Jannes Tumangger pensuin dari TNI-AD pada Agustus 2003 dengan pangkat Sersan Mayor.

Sementara Kecamatan Kerajaan sendiri secara administratif kini masuk menjadi salah satu kecamatan di Pakpak Bharat.

Kabupaten Pakpak Bharat resmi menjadi daerah otonomi baru (DOB) 28 Juli 2003 dengan Pj Bupati Tigor Solin.

Tahun 2005, Pakpak Bharat kali pertama menggelar pilkada dan dimenangkan Heri Muger Berutu.

Menurut Kaje, Pakpak itu suku, Bharat yang dimaksud itu bukan mata angin. Tetapi, Bharat itu dikutip dari bahasa Pakpak (Mende) yang artinya baik.

Dikatakannya, asal muasal terbentuknya Kabupaten Pakpak Bharat itu sebab tiga hal penting.

Yakni, restu tuhan Yang Maha Esa (YME). Kemudian bersatunya Pakpak Silima Suak yang meluputi Keppas, Simsim, Klasen, Pegagan dan Boang.

Terakhir, jasa Mp Tumanggor pada saat menjadi bupati Dairi.

“Banyak yang mengatakan Kabupaten Pakpak Bharat itu mustahil untuk mekar. Tetapi berkat tuhan YME, bersatunya tokoh Pakpak Silima Suak dan jasa Mp Tumanggor, Pakpak Bharat mekar. Kita tidak boleh pungkiri jasa Mp Tumanggor disaat beliau Bupati Dairi, bukan karena kami semarga,” ucapnya lagi.

“Setelah selesai Pilkada Pakpak Bharat 2020, siapapun yang menang dalam pertarungan tahun ini antara dua kandidat, dia berharap agar Kabupaten Pakpak Bharat digantikan namanya menjadi Kabupaten Pakpak,” pungkasnya.

(rhm/WII)

BACA JUGA:  Maryan Hasan: Ungkap Keberadaan Kemenag Lambar, Bahas KMB - Ibadah Haji di Tengah Pandemi
  • Bagikan