Kekesalan dan kekecewaan juga dirasakan oleh Marsani salah satu petani yang letak sawahnya diujung saluran irigasi, bahkan dia pun minta untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH).
“Sebaiknya dilaporkan aja pak, petaninya pada ngeluh gitu, saya kecewa lah, terus terang aja dengan yang dikasih pemerintah ini sia-sia, masangnya asal, tidak cari tempat yang penting-pentingnya, kerjaan nganclong-nganclong (lompat-lompat-red) dan cuma di poles-poles aja,” kata Marsani.
Dikatakan, sebelumnya ada saluran air siring cacing akan tetapi sekarang malah dihilangkan sehingga jika air meluap bisa menyebabkan banjir.
“Dulu disini ada saluran air siring cacingnya, tapi setelah irigasi direhabilitasi malah dibubarin siring cacingnya, saya khawatir bila air meluap bisa banjir dan bisa gagal panen kami disini para petani,” sesalnya.
“Tadi itu kawan-kawan petani yang disana sudah tiga kali nyulam tanaman padi, saya bilang pasrah aja ini musim hujan, sawah kita letaknya di boloran setiap saat bisa terendam banjir,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Zainal Fikri, mengatakan akan segera turun untuk mengecek proyek jaringan irigasi tersebut.
“Trims infonya bang, besok siang (Rabu, 13/1-red), selesai kami rapat akan kami tinjau ke lokasi,” kata Fikri melalui pesan WhatsApp.
(Apr/rob/WII).




