Diduga ‘Gituin’ Santrinya, Oknum Guru Ngaji di Pringsewu Ditangkap Polisi

  • Bagikan

HY saat diperiksa petugas. Foto:Ist for Waktuindonesia.id

PRINGSEWU, WAKTUINDONESIA – Oknum guru mengaji di Pringsewu, Lampung, HY (33) dicokok polisi Pringsewu Kota, Senin (18/1/21) sekitar pukul 22.30 WIB.

Pria beristri itu diciduk dikediamannya tanpa perlawanan lantaran diduga berbuat tak senonoh terhadap sorang bocah perempuan, DM (12), yang juga salah satu anak didiknya.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu (20/1/21) membenarkan pihaknya telah mengamankan HY atas tuduhan pencabulan terhadap anak dibawah.

“Benar, HY telah kami amankan pada Senin (18/1/21) pukul 22.30 WIB di rumahnya di Kecamatan Pringsewu. HY mengakui perbuatanya,” ungkapnya.

Atang Samsuri menjelaskan, HY sebelumnya dilaporkan orang tua DM, Senin (18/1) sekitar pukul 20.30 WIB.

“Setelah adanya laporan orang tua korban maka kami langsung bergerak cepat dan dalam waktu dua jam kami berhasil mengamankannya dirumahnya,” ungkap Tatang.

Menurut Atang, aksi bejat HY kali pertama diketahui seorang warga. Warga itu kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tua DM.

Tak terima atas buah hatinya diperlakukan tak pantas, HY dilaporkan kepolisian Polsek Pringsewu Kota.

“Kepada petugas, lanjut Atang, DM menyebut pertama kali dicabuli HY sekitar pertengahan November 2020,” ujarnya.

Kemudian, Desember 2020 dan terakhir pada 16 Januari 2021 sekitar pukul 00.19 WIB di rumah HY.

“HY sudah menikah dan berprofesi sebagai guru ngaji. Sedangkan korban, merupakan salah satu anak didiknya yang kebetulan juga menetap di pondok yang di kelola terduga pelaku,” jelasnya.

Modus HY memuluskan aksinya disebut dengan serangkaian bujuk rayu dan berjanji akan menikahi korban.

“Menurut pelaku sebab dirinya melakukan cabul terhadap korban karena tidak mampu menahan hasratnya karena sudah lama tidak melakukan hubungan intim dengan istrinya,” ulas Atang.

BACA JUGA:  BNPB Pusat Berikan 137 Unit Rumah Warga Terdampak Tsunami Pulau Legundi

Selain mengamankan HY, tambah Atang, pihaknya juga turut mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pakain korban, kasur dan karpet lantai.

“Saat ini HY telah kami lakukan penahanan di Rutan Polsek Pringsewu Kota dan untuk proses hukum selanjutnya terhadap pelaku kami kenai pasal 76e Jo pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

(nrl/WII)

  • Bagikan