TULANGBAWANG, WAKTUINDONESIA –
Seorang kepala kampung (Kakam) yang notabenenya sebagai pemegang jabatan publik di suatu desa/kampung seharusnya bisa memberikan teladan dan sikap yang baik kepada semua orang
Sebab, jabatan kakam rentan sekali berhadapan dengan orang dari berbagai latar belakangnya, baik masyarakatnya sendiri maupun insan pers.
Tapi lain halnya dengan Kalam Panggungmulyo Kecamatan Rawapitu Kabupaten Tulangbawangawang (Tuba) Lampung, Dewa Alit, saat dikonfirmasi terkait realisasi pengelolaan Dana Desa pada Tahun 2020, Rabu (31/3/21).
Dewa Alit tampak tak ramah, dia marah tidak terima dan menunjukkan sikap arogannyaya dengan mengacungkan tangannya ke muka awak media menantang dan tidak terima kalau dirinya direkam dalam konfirmasi tersebut.
Salah seorang wartawan, Budi, bereaksi ketika diperlakuan kasar oleh Dewa Alit.
“Setelah pembagian BLT di balai kampung saya izin minta waktu untuk konfirmasi tentang realisasi pengelolaan Dana Desa Tahun 2020. Saya minta untuk bicara di ruang kerjanya. Dia gak mau. Sebaliknya Dewa Alit bertanya, apa yang mau saya tanyakan padanya,” kata Budi.





