Puan Maharani Resmikan Perubahan Nama Bandara di Pesibar jadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas

  • Bagikan

KRUI, WAKTUINDONESIA-Ketua DPR RI, Honoris Causa Puan Maharani, meresmikan perubahan nama Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas dan peresmian jalan Fatmawati Soekarno Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Tahun 2021, di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pekon Serai Kecamatan Pesisir Tengah, Sabtu (10/4).

Pj. Bupati Bambang mengawali sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada Ketua DPR RI, HC. Puan maharani beserta rombongan. “Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami khususnya Pesibar dapat menerima tamu kehormatan negara, ketua DPR RI beserta rombongan,” ucap Bambang.

Bambang memaparkan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dibangun dalam rangka mendukung rencana pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan jalur Krui-Liwa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor barat atau kawasan pantai barat Pulau Sumatera. “Bandara ini juga akan menjadi pintu masuk bagi wisatawan ke kawasan Pantai Tanjungsetia, yang selama ini jadi tujuan para peselancar dan wisatawan asing,” katanya.

Lebih lanjut dia memaparkan, alasan utama lain pemerintah membangun bandara itu adalah sebagai untuk alat navigasi udara dan untuk mitigasi bencana alam.

Penetapan lokasi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) No. KP 475/09 Tahun 2009 tentang penetapan lokasi bandara baru di Pekon Serai Kabupaten Lambar Provinsi Lampung. Berdasarkan Keputusan Menhub KP 811 Tahun 2016 Bandara Pekon Seray yang berada di Pesisir Tengah Kabupaten Pesibar Provinsi Lampung resmi berganti nama menjadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas.

“Perubahan nama bandara di kabupaten yang berjuluk Bumi Para Sai Batin dan Ulama ini, merupakan usulan dari Pemkab Pesibar. Mengingat latar belakang riwayat Muhammad Taufiq Kiemas yang berasal asli dari Pulaupisang,” jelasnya.

Kemudian itu, perubahan nama bandara merupakan salah satu program Pemprov Lampung dan juga salah satu upaya dari Dinas Perhubungan (Dishub) untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan yang terdapat di bandara. Rute penerbangan yang dilayani merupakan strategi untuk mempermudah sisi investasi, serta upaya dalam memperkenalkan Pesibar. “Sebelumnya masyarakat Pesibar mengandalkan akses lewat darat yang jarak tempuhnya membutuhkan waktu enam sampai tujuh jam. Saat ini dengan kehadiran bandara, sektor perdagangan, pariwisata, kedinasan, dan mobilitas lainnya, lebih terasa efektif dan efisien,” tandasnya.

BACA JUGA:  Proyek Dinding Sungai Waykrui Pakai Batu Bulat, Komisi II: Harus Batu Belah!

“Selain peresmian perubahan nama Bandara Seray, pada hari ini juga diresmikannya nama jalan akses bandara yang sebelumnya memiliki nama jalan Pekon Seray kini berubah menjadi Jalan Fatmawati Soekarno,$ pungkasnya.

  • Bagikan