Disporapar Gelar Sekolah Pemuda Pelopor, Ini Tujuannya

  • Bagikan

Tri Umaryani (ist)

LIWA, WAKTUINDONESIA – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat (Lambar) tengah melakukan percepatan implementasi program kepemudaan.

Salah satu langkah yang tempuh satu-satunya satker yang dibesut seorang wanita di Beguia Jejama itu dengan menggelar Sekolah Pemuda Pelopor dengan tema Pemuda Maju Lambar Hebat.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan, Sater, mendampingi Kepala Disporapar Lambar, Tri Umaryani, Jumat (11/6/21), sekolah informal yang dinamai Sekolah Pemuda Pelopor tersebut ialah untuk menstimulus pemuda di tingkat pekon agar peduli dan responsif serta menjadi garda terdepan dalam pegembangan potensi di masing-masing pekon.

“Tujuannya ialah untuk menghasilkan pemuda yang mempunyai kepedulian, inovasi serta kreatifitas pada aspek pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya,” jelasnya.

Sekolah informal yang dimulai hari ini, Jumat (11/6) hingga minggu (13/6) tersebut, kata Sater, merupakan program pihaknya yang dibalut dengan pelatihan dan pendampingan yang digelar di Wisma Sindalapai milik pemkab setempat.

“Sasaran sekolah informal ini adalah para pemuda beprestasi sebanyak 30 orang, dimana masing-masing kecamatan diwakili oleh dua pemuda saja,” tambah Sater.

Selain itu, terus Sater, tujuan Sekolah Pemuda Pelopor untuk mengubah mindset pemuda untuk berperan dan bekontribusi dalam membangun potensi yang ada.

“Potensi di setiap pekon tentu berbeda, misal di salah satu pekon yang lebih dominan aspek pariwisata, tentu harapannya pemuda dapat menjadi garda terdepan dalam pengembangan dan inovasi,” terangnya.

Masih kata Sater, harapannya bila ekosistem salah satu potensi di pekon berjalan baik dapat berdampak Income pada pekon itu sendiri yang finalnya mensejahterakan.

“Contoh beberapa waktu lalu, sebagian pemuda dapat menggerakan potensi di pekonnya sendiri, tepatnya di pekon Cipta Waras Kecamatan Gedung Surian. Para pemuda nya memupunyai peran mempertahankan kebudayaan ‘Ngaliwet Bareng Sedulur Akur’ yakni tradisi Makan Bareng bagi masyarakat suku Sunda di pekon terkait,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pj Bupati Bambang Tinjau Sungai Waytenumbang yang Sempat Meluap

(erw/WII)

  • Bagikan