“Semua Desa harus tertunda pembangunannya karena anggaran yang ada harus berbagi fokus dengan kondisi pandemi, karenanya saya akan menyelesaikan tugas yang diamanahkan masyarakat,” lanjutnya.
Bahroin menegaskan, bahwa dirinya dan seluruh aparatur Desa dimasa kepemimpinannya mengerti hakikat jabatan yang diemban merupakan bentuk pengabdian, karenanya dia sepakat untuk menyisihkan sebagian penghasilan aparatur maupun kepala desa guna tabungan qurban.
“Alhamdulillah tahun lalu saya bersama aparatur Desa bisa menyisihkan penghasilan yang didapat tiap bulan untuk berqurban 5 ekor sapi dan belasan kambing, agar semua faham bahwa dari setiap jabatan yang dititipkan ada kewajiban kepada masyarakat dan Allah SWT,” tutupnya.
(Apr/WII).





