LIWA, WAKTUINDONESIA – Sejak beberapa pekan terakhir angka terkonfirmasi warga positif terpapar Covid-19 di Lampung Barat (Lambar) meningkat.
Fenomena itu berdampak pada daya kunjung sektor pariwisata di kabupaten yang kerap dusebut surga tersembunyi itu.
Sepinya pengunjung wisata di Lambar diakui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lambar, Tri Umaryani, Senin (26/7/21).
Satu-satunya kepala dinas perempuan di Lambar ini menyebut, lengangnya spot wisata mejadi sinyal kepatuhan masyarakat atas pemberlakuan PPKM skala mikro pada tingkat pekon (desa) di Bumi Beguwai Jejama tersebut.
“Pasca meningkatnya kasus positif Covid-19 beberapa waktu lalu, kunjungan wisata terbilang menurun,” ujarnya saat dihubungi waktuindonesia.id, Senin (26/7/21).
Karena menurutnya, yang diatur dalam PPKM skala mikro tersebut, pekon yang berada pada teritorial destinasi wisata diperkenankan dibuka untuk umum dengan ketentuan zonasi, terlebih PPKM darurat yang secara nasional diperpanjang hingga (2/8/21) mendatang.
“Pariwisata yang berada di pekon dengan zona hijau atau kuning diperbolehkan dibuka dan melayani kunjungan, sementara untuk zona merah dan oranye harus ditutup,” jelas pejabat eselon II berkacamata itu.
“Hemat kami, ketika pariwisata tertentu berada pada zona merah dan oranye harus ditutup, bukan hanya karena dilarang melainkan masyarakat lokal maupun luar daerah pun tanggap untuk tidak melakukan kunjungan. Sehingga jumlah pengunjung mengalami penurunan,” imbuhnya.





