“Sudah saya tanyakan siapa nama mereka dan dari organisasi apa? Tapi salah satunya menjawab kalau gak salah namanya M Kholil dan hanya menyebutkan asalnya kalau gak salah dari Labuhanmandi,” terus Yasir.
Yasir mengaku, masuknya surat tersebut tidak tercatat ke dalam daftar surat masuk Sekretariat DPRD Pesibar. Mengingat bentuk surat terbungkus dalam amplop dan dilem sangat rapat, serta tujuannya ke anggota DPRD langsung yang dianggapnya surat pribadi bukan ke Sekretariat DPRD.
“Sehingga kami tidak mencatatnya ke dalam surat masuk Sekretariat DPRD,” ujarnya.
Masih kata Yasir, setelah diterima surat tersebut langsung disampaikan kepada lima aleg sesuai tujuan surat.
“Suratnya diterima langsung oleh masing-masing anggota DPRD sesuai tujuan surat,” pungkasnya. (ers/WII)





