“Setelah kita ke TKP, posisi mayat mengadah ke atas dengan ikatan tali rapia tiga lapis berwarna hitam dengan ikatan simpul hidup di leher,” bebernya.
“Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kematian korban akibat gantung diri. Dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek BNS, Iptu Abu Bakar, menjelaskan mayat korba bunuh diri di wilayah binaannya pertama kali ditemukan oleh istri korban.
“Setelah itu, kemudian sang istri memberi tahu tetangga, kemudian dilaporkan ke pada aparat kepolisian BNS,” terangnya, Jumat (10/9/21) sore.
Sisi lain, kata Abu Bakar, korban tercatat dua kali pernah melakukan percobaan aksi bunuh diri.
“Korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri, yang pertama dilakukan di bulan Juni dengan cara menikam perutnya sendiri dengan menggunakan pisau sehingga dilakukan operasi,” ucapnya.
“Dan yang kedua di bulan Agustus korban meminum cairan Herbisida Gramaxon tetapi masih bisa diselamatkan oleh pihak keluarga,” tambahnya.
“Berdasarkan keterangan dari keluarga, koban tidak pernah ribut atau ada permasalahan dalam rumah tangga sebelum kejadian ini,” tukasnya.
(erw/WII)





