Kabar Proyek Terhenti Karena Diancam Dibantah Aleg Lampura

  • Bagikan

Lampung Utara, Waktuindonesia – Proyek pembangunan ruas penghubung Jalan Simpang SD Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) ke Kabupaten Way Kanan dikabarkan terhenti setelah diduga beberapa pekerja mendapat ancaman dengan senjata tajam dari sekelompok orang.

Para pekerja proyek pembangunan dengan nilai berkisar Rp 900 juta itu akhirnya meninggalkan lokasi. Sejumlah alat berat yang sebelumnya berada di lokasi diangkut kembali meninggalkan tempat, Jumat (19/11/2021).

Akibat insiden itu, para pekerja mengalami trauma dan ketakutan. Asy Sadis Al Mushofa salah satu pekerja kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Lampung Utara, untuk ditindak lanjuti, dengan nomor laporan: STPL/1688/B-1/XI/2021 /SPKT Polres Lampung Utara, Rabu 17 November 2021.

Korban menceritakan peristiwa berawal dari Anggota DPRD Lampura berinisial JB melintas dan menegur para tukang yang sedang bekerja. “Kerja yang baik ya, kalau tidak sekali telepon langsung kumpul orang disini,” kata Yanto rekan kerja Mushofa menirukan ucapan JB.

Namun selang 2 jam JB meninggalkan lokasi, pria berjumlah empat orang mendatangi pekerja dan mengacam dengan senjata tajam untuk membubarkan proyek tersebut. “Bila masih dilanjutkan dia tak segan-segan untuk mengacak-acak proyek itu. Karena membawa badik, kami takut,” katanya.

Belum diketahui motif dari pembubaran proyek yang dilakukan oleh sejumlah orang tersebut. Kepala Desa Negeri Ujung Karang Supianto mengatakan, sebelumnya pihak rekanan telah melapor akan adanya aktivitas pekerjaan di wilayah tersebut. Namun untuk kejadian ini ia belum mengetahui.

BACA JUGA:  Jumbo! Ormas-Lembaga Keagamaan Lambar Diguyur Rp4,4 Miliar Lebih
  • Bagikan