Apakah Rusa Satwa Dilindungi? Ini Jeratan Pidananya

  • Bagikan

LAMPUNG BARAT, WAKTUINDONESIA – Seekor rusa betina tampak terluka keluar dari hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ke Jalan Nasional Lintas Liwa, Balikbukit Lampung Barat – Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis, 5 Mei 2022.

Pihak TNBBS mebenarkan kejadian itu. Ada dugaan satwa dilindungi itu diburu. Namun si peburu belum bisa dipastikan, apakah binatang buas atau manusia.

BACA: Heboh! Rusa Terluka Diduga Diburu di TNBBS Tertabrak Pengendara

Jika pelakunya manusia pihak kepolisian bahkan dengan lugas menyatakan siap berkerjasama dengan polhut untuk mengungkap perburuan di TNBBS.

Kapolres  Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman menegaskan, berburu di kawasan TNBBS merupakan perbuatan melawan hukum.

BACA: Kapolres Lampung Barat: Polisi Siap Kerjasama Polhut Ungkap Perburuan Satwa di TNBBS

Lantas, apakah rusa itu satwa atau hewan dilindungi di Indonesia? Lantas apa hukum pidana bagi yang berburu hewan dilindungi itu.

Ya, rusa merupakan satwa yang dilungungi. Dengan jelas rusa disebut dalam lampiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis dan Satwa.

Dikutip dari lampiran PP Nomor 7 tahun 1999, rusa tercatat di nomor 10 dan 11, yakni Rusa Bawean (Cervus kuhli; Axis kuhli) dan Cervus spp atau menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus) atau semua jenis spesiesnya, termasuk kijang.

Tercatat ada lima spesies rusa di Indonesia, yaitu rusa bawean, rusa timor, rusa sambar (Jenis rusa besar yang umum berhabitat di Asia yang umumnya memiliki ciri khas tubuh yang besar dengan warna bulu kecoklatan).

Kemudian kijang kuning kalimantan, dan kijang biasa.

Rusa bawean hanya tinggal di Pulau Bawean, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dan kijang kuning kalimantan hanya ditemukan di Pulau Kalimantan.

BACA JUGA:  Rayakan HUT Ke-3, Trajang Community Gelar Syukuran dan Santuni Anak Yatim

Lantas apakah satwa dilindungi itu? Satwa yang dilindungi adalah semua jenis satwa liar baik yang hidup maupun yang mati serta bagian-bagiannya yang menurut peraturan perundang-undangan ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi.

Artinya, satwa itu dilindungi baik yang hidup maupun mati. Demikian pula bagian-bagianya, seperti tanduk dan kulit atau bagian lainnya.

Lantas apa hukuman pidana bagi yang berburu alias menangkap atau membunuh dan menyimpan satwa atau bagian satwa dilindungi?

Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Dalam pasal 21 ayat 2 huruf (a) UU No.5/1990 dengan tegas disebutkan, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.
Kemudian (b): menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan meperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

Kemudian, dalam pasal 40 ayat (2) disebutkan, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Kemudian apa TNBBS itu?

Dikutip dari wikipedia, TNBBS merupakan taman nasional yang bertujuan melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatra beserta kekayaan alam hayati yang dimilikinya.

TNBBS ini memiliki luas sekitar sekitar 355.511 hektar (Ha) yang merupakan bagian dari pegunungan bukit barisan yang memiliki beragam vegetasi alam seperti vegetasi hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan pamah tropika.

UNESCO menjadikan TNBBS sebagai Warisan Dunia dalam Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.

(WII)

  • Bagikan