Telah Kembalikan Kerugian Negara, Bagaimana Proses Hukum Mantan Cabup Pesisir Berat? Ini Kata Kasi Intel Kejari Lampung Barat

  • Bagikan

LAMPUNG BARAT, WAKTUINDONESIA – Terdakwa kasus korupsi peningkatan Jembatan Waybatu Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung tahun 2014 senilai RpRp339 lebih, Aria Lukita Budiawan (ALB), telah mengembalikan kerugian negara, Jumat, 2 Desember 2022.

ALB telah mengembalikan seluruh kerugian negara yang menjerat cabup Pesisir Barat di Pilkada 2015 dan 2020 itu.

Lantas bagaimana proses hukumnya?

Menurut Kasi Intelijen Kejari Lambar, Zenericho, mendampingi Kajari Lambar, Deddy Sutendi, Jumat, 2 Desember 2022 sore, proses hukum ALB tetap berjalan yang sebentar lagi masuk agenda penuntutan.

Demikian juga dengan proses hukum terdakwa lain dalam kasus tersebut, Abdullah.

BACA JUGA: Pakai Baju Tahanan dan Diborgol, Mantan Cabup Pesisir Barat Ditahan Kejaksaan

Kalo untuk proses hukum ALB dan Abdullah tetap berjalan sebagai mana mestinya tidak ada perubahan,” ujar Zenericho saat dihubungi Waktuindonesia.id.

Namun begitu, Ia mengakui jika pengembalian kerugian negara itu bisa menjadi pertimbangan jaksa, utamanya tuntutan.

“Pengembalian kerugian keuangan negara menjadi pertimbangan untuk hal-hal memberatkan dan meringankan tuntutan. (Pengembalian kerugian negara) menjadi pertimbangan kami untuk tuntutan dan pertimbangan hakim untuk putusan,” ujar jaksa muda itu.

BACA JUGA: Akhirnya, 1 Tersangka Perkara yang Sama dengan Mantan Cabup Pesisir Barat Ditahan Kejaksaan

Sebelumnya, ALB mengembalikan uang kerugian negara ke Kejari Lampung Barat, Jumat, 2 Desember 2022.

ALB menyerahkan uang pengganti kerugian negara itu sebesar Rp339 juta lebih melalui kerabatnya.

“Kejari Lampung Barta menerima penyerahan uang titipan sebagai titipan uang pengganti kerugian negara terkait Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pekerjaan peningkatan Jembatan Waybatu pada Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (DPUPE) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada Tahun Anggaran 2014, atas nama terdakwa Aria Lukita Budiwan Bin Mahpuzi, di ruang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Lampung Barat,” ujar Kasi Zenericho.

BACA JUGA:  Berkas Perkara Sekkot Nonaktif Tanjung Balai Lengkap

Menurutnya, pihaknya menerima titipan uang dimaksud dari Ari Sapitri dan Khazairin Aziz yang merupakan keluarga terdakwa ALB.

“Uang tersebut sebagai titipan uang pengganti kerugian negara terkait tipikor peningkatan Jembatan Waybatu pada Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (DPUPE) pada Tahun Anggaran 2014, atas nama terdakwa Aria Lukita Budiwan bin Mahpuzi,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, penyerahan titipan uang tersebut diterima langsung oleh tim Penuntun Umum Kejari Lampung Barat, M Eri Fatriansyah dan disaksikan olehnya Zenericho, Jaksa Fungsional Deni Kurniawan, dan Staf Seksi Tipidsus Dwi Banu Purnomo.

“Selanjutnya uang titipan senilai Rp339.044.115,75 tersebut diserahkan ke Bendahara Penerima untuk selanjutnya disetor ke rekening RPL Kejari Lampung Barat,” papar Zenericho.

Masih kata dia, pemulihan kerugian negara merupakan tujuan utama dalam penanganan tipikor selain memberikan efek jera.

“Dalam hal ini Kejaksaan RI khususnya Kejari Lampung Barat telah membuktikan kinerjanya melalui pengaktifan pemulihan keuangan negara yang disebabkan oleh tipikor,” tambahhya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan korupsi peningkatan Jembatan Waybatu tahun 2014 senilai RpRp339 lebih itu menjerat dua orang, ALB dan Abdullah.

ALB dalam proyek itu selaku rekanan (Pihak yang melakukan pekerjaan di lapangan). Sementara Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

Kini proses hukum keduanya telah masuk persidangan.

“ALB dan Abdullah sudah proses persidangan, sebentar lagi masuk agenda penuntutan,” terang Zendrico.

(WII)

  • Bagikan