KRUI, WAKTUINDONESIA – Pelaksanaan World Surfing League (WSL) Krui Pro QS 5000 tahun 2023 yang akan dilaksanakan di Pantai Tanjungsetia Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) pada 12 hingga 18 Juni mendatang, membuat nama Pesibar benar-benar menjadi pembeda.
Bagaimana tidak, Pesibar menjadi satu-satunya daerah diseluruh penjuru Indonesia yang menggelar lomba surfing dengan level QS 5000
Hal itu ditegaskan Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, disela-sela sambutannya dalam kegiatan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan WSL Krui Pro QS 5000 Tahun 2023, di GSG Selalaw Pantai Labuhanjukung Kecamatan Pesisir Tengah, Senin (22/5).
Menurut Bupati, Indonesia memiliki cukup banyak daerah yang kaya akan potensi, utamanya potensi wisata surfing, salah satunya, yaitu Pesibar yang memiliki garis pantai sepanjang 210 KM.
Kendati demikian di tahun 2023 ini, meski terbilang sebuah kabupaten yang baru, namun Pesibar menjadi satu-satunya dari seluruh daerah di Indonesia yang melaksanakan lomba surfing bertaraf internasional dengan kualifikasi QS 5000. “Hanya kita (Pesibar-red) yang menggelar lomba surfing Internasional selevel QS 5000 dari semua daerah di Indonesia,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut, lanjut Bupati, ditegaskan langsung oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) yang diperkuat dengan jadwal pelaksanaan yang dikeluarkan oleh WSL secara langsung.





