GEDONG TATAAN, WAKTUINDONESIA – Polemik rusaknya saluran air akibat fondasi oleh pengurus SMP IT IQRO Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran berbuntut panjang.
Sejumlah petani yang terdampak karena rusaknya saluran air membeberkan keluhannya dan membantah pernyataan Ketua Yayasan Abdul Hakim bahwa mereka tidak peduli sehingga menyebabkan sawah jebol.
Perwakilan petani, Jamadi menuturkan dampaknya nyata kepada petani karena saluran yang biasa dipakai untuk mengaliri air rusak.
“Itu aliran ada 3, dari atas tengah dan bawah, yang atas ada penyempitan karena bangunan SMP, kalau tengah malah diganti paralon kecil karena dibangun SMA, hanya yang bawah mengalir seperti sedia kala,” kata dia saat rapat bersama antara petani dan Yayasan, di Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Senin 29 Mei 2023, kemarin sore.
Dirinya mengungkapkan, jika mau berkeras, kalau petani tutup saluran air dilahannya, bangunan sekolah baru (SMA) akan tergenang air apalagi di musim penghujan.
“Kalau kami tutup ya air meluber ke bangunan yang katanya SMA itu, tapi kita kan gak mau menang menangan disini, cari solusi,” ujarnya.
Warga lain menuturkan, selain dari bangunan SMP IT, ada bangunan baru yang didirikan diatas sawah aktif dan berdampak pada aliran air sawah lainnya.
“Saya juga bingung, kok bisa bangunan buat SMA itu didirikan diatas sawah, hasil timbunan, izinnya dapat dari mana kita tidak tau,” tuturnya.
“Kami berharap agar dinas terkait maupun aparat penegak hukum bisa di cek ulang apakah ada pelanggaran dalam proses pembangunannya karena berdampak,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Dimas mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan terhadap pemilik yayasan Abdul Hakim, guna membahas permasalahan terkait irigasi yang menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian warga sekitar.
“Menurut keterangan pemilik yayasan, bahwa pihaknya akan membenahi bangunan yang menjadi masalah penyumbatan aliran air ke sawah warga,” kata dia.





