Bentak Wartawan Saat Rakor Pilkada, Gubernur Arinal Ngaku Preman, IWO Lampung Sesalkan Sikap Arogan

683

BANDARLAMPUNG, WII – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kembali menunjukkan sikap arogan. Ia menghardik wartawan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkada serentak 2020 di ruang rapat utama, Rabu (24/6/2020).

Rapat yang juga dihadiri Pemimpin Redaksi media cetak, TV dan online tersebut sempat berlangsung tegang saat Arinal membentak wartawan MNC TV, Andreas ketika mengambil gambar.

“Hei kamu jangan dulu merekam saya ini lagi pusing, bisa enggak. Saya ini juga preman. Dahulu nya mantan preman, “ kata Arinal dengan nada tinggi, seperti dikutip dari Analisis.co.id.

Sontak peserta rapat terdiam, meski dihadapan Kapolda, Ketua DPRD, KPU dan Bawaslu serta sejumlah Kepala OPD, Arinal tidak sungkan menghardik wartawan.

Sementara itu, Andreas membenarkan dirinya dibentak saat mengambil gambar usai rakor pilkada tersebut.

“Ya bung, tapi saya menyayangkan sikap gubernur seperti itu pada media,” kata Andreas wartawan MNC TV.

Banyak yang menyayangkan sikap Gubernur Lampung itu, salah satunya dari Sekretaris PW IWO Provinsi Lampung, Taufik Rohman, Kamis (25/6/2020).

Taufik menilai tidak sepatutnya pejabat publik menunjukkan sikap demikian dihadapan orang banyak. Ditambah juga saat rapat koordinasi membahas pilkada serentak 2020 di hadapan Forkopimda.

“Harusnya Gubernur Lampung tidak berkata demikian. Kalau pun memang sedang pusing jangan bawa-bawa ke ranah pekerjaan. Harus bisa menempatkan posisi dia sebagai pejabat publik. Sebagai kepala daerah,” kata Taufik.

Apalagi menurutnya, Arinal bukan sekali ini saja membentak wartawan. Namun dahulu juga pernah melakukan hal serupa dan mengaku preman.

“Tidak sepatutnya Gubernur Lampung berkata kasar. Harus bisa membedakan audiensnya siapa saja di sana. Dan bersikaplah selayaknya pejabat publik,” tegasnya.(fik/wii)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Sempat Dibuka tapi Tetap tak Kuorum, Rapat Paripurna DPRD Lambar Ditunda