BACA: Jalur Alternatif di Desa Amasara Bak Kubangan Lumpur, Warga Impikan Perbaikan
Ia juga mengungkapkan, agar perusahaan-perusahaan yang ikut menggunakan jalur tersebut untuk dapat berpartisipasi dalam melakukan perbaikan. Sebab menurutnya, banyak truk-truk besar dari perusahaan yang melintasi jalur tersebut dengan muatan yang melebihi kapasitas.
“Kalau saya berharap, agar perusahaan yang ikut menggunakan jalan tersebut dapat berpartisipasi. Seperti PT Merbau yang secara rutin mobilnya melalui jalur itu,” jelas dia.
“Apalagi kan memang mobil truk yang biasa lewat di situ muatannya banyak, bisa sampai berton-ton, sedangkan bobot maksimal dari jalan itu cuma 8 ton. Kalau mobil truk-truk besar yang punya perusahaan itu bisa lebih dari 8 ton, makanya jalur itu rentan kerusakan,” tutupnya. (Der/WII)





