KPK Periksa Sejumlah Saksi terkait Kasus Yaya Purnomo

  • Bagikan

MEDAN, WII – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap penggeledagan di Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Selasa (14/07/2020).

Ternyata, itu merupakan pengembangan perkara suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan pada tahun anggaran 2018 yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Diketahui, Yaya Purnomo telah divonis 6,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider satu bulan dan 15 hari kurungan karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID) di sembilan kabupaten.

Yaya Purnomo adalah mantan kepala seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan.

“Sehingga tim penyidik KPK sedang melakukan tahap pengumpulan alat bukti terkait penyidikan yang dilakukan KPK atas pengembangan perkara atas nama terpidana Yaya Purnomo,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya kepada Waktuindonesia.id, via WhatsApp, Kamis (16/7/2020) pukul 09.00.

“Semalan, Rabu (15/7/2020), tim penyidik KPK juga sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Labura namun penyidik tidak menemukan barang yang diduga ada hubungannya dengan penyidikan ini,” terang Ali Fikri.

BACA JUGA:  Ini Penjelasan RSUAM Terkait Rp7 Juta jika Ngotot Pulangkan Pasien Isolasi
  • Bagikan