Natanail mengatakan langkah yang ditempuh pihaknya untuk meminimalkan dampak paparan abu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung, utamanya di jalan dan hunian warga. Untuk tahap awal dilaksanakan dikawasan terdampak paling parah.
Pihaknya langsung menerjunkan lima unit Damkar guna penyiraman.
“Paparan abu vulkanik erupsi kali ini mengenai tiga kecamatan. Diantaranya Naman Teran, Merdeka dan Berastagi. Namun yang paling parah menerpa Kecamatan Naman Teran. Di sana menyerupai hujan lumpur sehingga menyulitkan bagi pengguna kendaraan untuk melintas,” urai Natanail.
Hingga pukul 12.20 WIB,Tim BPBD Karo dan instansi terkait lainnya masih berada di lapangan untuk melakukan tinjauan dan penyuluhan. Warga dan wisatawan tetap dilarang memasuki zona merah Gunung Sinabung
Informasi yang diperoleh dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hingga siang ini status Gunung Sinabung masih tetap berada pada Level III (Siaga).
(rek/Wii)




