Oknum Kakam di Waykanan Diduga jadi Suplayer BPNT, Ketua Apdesi: Penegak Hukum harus Respon

169

WAYKANAN, WII – Bantuan Pangan non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Waykanan kian jadi sorotan.

Jika sebelumnya Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Way Kanan, menduga PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM) selaku suplayer atau pihak ketiga penyaluran dan pendistribusian BPNT merugikan keluarga penerima manfaat (KPM) di kabupaten itu.

BACA JUGA:

  • FPII Waykanan Duga PT MJM Rugikan KPM, Ini Kata Ketua Indra Jaya

FPII Waykanan Duga Nilai BPNT yang Diterima KPM tak Sesuai, PT MJM Cuek

Kini muncul duga lain, oknum kepala kampung yang juga ketua Apdesi Kecamatan Bumi Agung, Sukro diduga malah ikut-ikutan menjadi pemasok bansos berupa 10Kg beras, 20 butir telur, 1Kg kentang, 1Kg apel dan 1/2Kg kacang hijau tersebut.

Hal ini di ketahui dari isu yang beredar di masyarakat Jumat (14/8/2020).

Dikonfirmasi di kediamannya, Sabtu (15/8), Sukro tak memberikan komentar pasti atas isu itu.

Sukro bahkan mengeluarkan kata-kata menohok.

“Dalam hal apa sampean mempertanyakan hal tersebut. Kapasitas kalian apa? Dan untuk apa,” katanya.

Sukro sendiri juga mengaku tak bisa menjelaskan terkait isu tersebut.

“Saya tidak bisa menjelaskan. Karena saya sekarang tidak mau memberikan komentar apa-apa. Jadi ya saya tidak mau menjawabnya dan saya berterimakasih karna sudah mau bersilaturahmi ke rumah saya,” ujar dia.

Sementara, Ketua Apdesi Waykanan, Hepan Susita sejatinya semua pihak, termasuk penegak hukum, merespon isu tersebut.

“Yang pertama, agar APH (Aparat penegak hukum, Red) menyelidiki dugaan carut marutnya program BPNT di Waykanan karna sudah banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait tidak sesuainya jumlah yang diterima,” katanya.

Kedua, lanjutnya, agar pendamping di setiap kampung dapat selalu berkoordinasi dengan aparatur kampung masalah terkait penerima BPNT ke depan.

BACA JUGA:  Disperindag Pesawaran Gelar Pasar Murah Di 2 Kecamatan

“Itu agar BPNT dapat dikelola E-Warung yang tidak melalui siapapun untuk menghindari hal atau isu ynag tak sedap.”

“Karena pembagian BPNT di Waykanan sudah tidak sesuai lagi dengan aturan dan petunjuk yang semestinya. Bahkan BPNT di Waykanan terkesan dimonopoli oleh suplayer,” tandasnya.

(roy/WII)

Facebook Comments