WAYKANAN, WII – Bantuan Pangan non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Waykanan kian jadi sorotan.
Jika sebelumnya Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Way Kanan, menduga PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM) selaku suplayer atau pihak ketiga penyaluran dan pendistribusian BPNT merugikan keluarga penerima manfaat (KPM) di kabupaten itu.
BACA JUGA:
• FPII Waykanan Duga PT MJM Rugikan KPM, Ini Kata Ketua Indra Jaya
• FPII Waykanan Duga Nilai BPNT yang Diterima KPM tak Sesuai, PT MJM Cuek
Kini muncul duga lain, oknum kepala kampung yang juga ketua Apdesi Kecamatan Bumi Agung, Sukro diduga malah ikut-ikutan menjadi pemasok bansos berupa 10Kg beras, 20 butir telur, 1Kg kentang, 1Kg apel dan 1/2Kg kacang hijau tersebut.
Hal ini di ketahui dari isu yang beredar di masyarakat Jumat (14/8/2020).
Dikonfirmasi di kediamannya, Sabtu (15/8), Sukro tak memberikan komentar pasti atas isu itu.
Sukro bahkan mengeluarkan kata-kata menohok.





