LIWA, WII – Jalan Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan (Sumsel)-Liwa, Balikbukit, Lampung Barat (Lambar), tepatnya di Pemangku Bedeng, Pekon (Desa) Padangcahya, yang kini beralih setatus menjadi jalan nasional banyak dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan.
Balum lagi, air menggenang lantaran drainase tak berfungsi.
Pasalnya, akses jalan penghubung antara Provinsi Lampung-Sematera Selatan (Sumsel) ini kondisinya banyak aspal terkelupas dan berlubang, membahayakan pengguna jalan.
Di pemangku itu, sedikitnya terhitung ada tujuh titik kerusakan pada bahu jalan tersebut. Namun hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah.
Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Terlebih, dalam waktu dakat akan memasuki musim penghujan. Dimana, dengan kondisi tersebut dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan.
Salah satu warga Pekon Padang Cahya, Ali mengatakan bahwa kondisi jalan yang berlubang telah terjadi kurang lebih satu tahun. Namun hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah. Meski, sebelumnya pernah dilakukan peninjauan serta pengukuran terhadap jalan-jalan yang rusak.





