Terkait Izin Pemakaian Jambur Saat Ini, Begini Kata Lurah Gung Leto

  • Bagikan

Lurah Alexander Ginting

KARO, WAKTUINDONESIA — Pemerintah Kabupaten Karo terus menerus menggelar sosialisasi tentang cara memutus mata rantai pandemi Covid 19 dan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan pesta yang menimbulkan kerumunan.

Hal ini di sampaikan Lurah Gung Leto, Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo, Alexander Ginting kepada wartawan, Senin (04/01).

Lanjut Lurah menyampaikan, kelurahan Gung Leto, pihaknya tak henti hentinya mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) yakni 3M, memakai masker, mencuci tangan dan me jaga jarak.

“Bahkan untuk pesta di Jambur (balai desa) atau pun di gedung belum kami izinkan untuk melakukan pesta suka maupaun duka di seluruh balai desa khususnya di jajaran Keluaran Gung Leto. Karena jika kami izinkan, bisa juga menimbulkan klaster baru pandemi Covid 19,” terangnya.

Saat disinggung terkait soal kerumunan warga (pesta) di salah satu jambur (balai desa) di kelurahan Gungleto Kabanjahe, Alexander Ginting langsung membantahnya.

Ia menyebutkan, untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan, kami dari pihak kelurahan Gung Leto belum mengijinkan, bahkan pihak pengelola Jambur sudah ada lima kali mengusulkan untuk membuat kegiatan pesta di Jambur miliknya, tetap ditolak.

“Dan perlu saya sampaikan, terkait masalah ada kerumunan dan keramaian, pemerintah Kelurahan Gung Leto tidak ikut dalam gugus tugas(Gustu) , sebab kami dari kelurahan tidak bisa melakukan penindakan jika ada warga yang melakukan kerumunan maupun tidak pakai masker, kami hanya bisa menghimbau.”

“Jadi perlu saya tegaskan kembali, bahwa Pemerintah Kelurahan Gung Leto Kecamatan Kabanjahe, tidak pernah memberikan izin untuk pemakaian Jambur, bahkan saya arahkan pengusaha Jambur menemui Tim Gugus tugas, terkait ijin pemaikaian Jambur ditengah pandemi covid 19 sedang melanda,” pungkas Lurah Gung Leto.

BACA JUGA:  Patut Dicontoh, Desa Mulya Agung Diresmikan Kampung Tangguh Nusantara Bumi Ragab Begawe Caram

Sementara itu, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanel Perangin Angin terkait pesta di salah satu Jambur di kelurahan Gung Leto, Kecamatan Kabanjahe mengatakan, untuk pemakaian Jambur untuk kegiatan pesta baik suka maupun duka belum diizinkan.

“Bahkan salah satu Jambur yang ada di kelurahan Gung Leto, Kabanjahe pun sudah beberapa kali kami ingatkan. Bahkan pernah juga kami bubarkan bersama Polres Tanah Karo karena sudah melanggar Protokol Kesehatan. Perlu saya tegaskan kembali, bahwa pemakaian Jambur (balai desa) maupun gedung, yang menimbulkan kerumunan, belum kami izinkan,” tegas Natanael Perangin-angin .

Pantauan awak media, mulai liburan Nataru, masih banyak ditemukan pelanggaran prokes, khususnya di tempat-tempat objek wisata.

(rek/wii)

  • Bagikan