Update Tragedi SJ182, Kabasarnas: Blackbox Sekitar 200 Meter dari Jatuhnya Pesawat

692

JAKARTA, WAKTUINDONESIA – Kepala Basarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito memastikan bahwa operasi SAR pesawat Sriwijaya (SJ-182) dilaksanakan 24 jam nonstop.

“Secara teknis operasionalnya, pada malam hari, operasi SAR itu kami laksanakan dengan cara pemantauan maupun shift,” ungkap saat menggelar konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) malam pukul 19.30 WIB.

Terkait hasil operasi hari, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan obyek pencarian sebanyak 10 kantong serpihan pesawat, body part korban, dan lima potong pakaian.

BACA JUGA: Bangkai Pesawat SJ182 di Kedalaman 23 Meter dan Bakal Diderek

Sementara pola operasi SAR, Kabasarnas masih menerapkan pola yang sama, yaitu pencarian di permukaan air, di dalam air, dan penyisiran di garis pantai. Terkait blackbox, Basarnas juga telah mengerahkan KN Basudewa yang dilengkapi alat deteksi bawah air milik Basarnas dan KNKT untuk mencari koordinat pasti keberadaan dua blackbox pesawat.

“Signal emergency dua blackbox pesawat diyakini sudah terdeteksi, berjarak antara 150 sampai 200 meter dari lokasi jatuhnya pesawat,” terangnya.

Kabasarnas juga mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, KPLP, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi SAR. Selebihnya, Kabasarnas meminta doa dari masyarakat agar target operasi SAR dapat terlaksana hingga tuntas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesawat Sriwijaya (SJ-182) rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari enam awak aktif, 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan enam awak sebagai penumpang. (fik/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Siaga! Potensi Awan Panas Gunung Sinabung 700 Derajat Celcius Kecepatan 100 Km per Jam