Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak harus Dikebiri Kimia, Kata Plt Kadis PPPA Mesuji

  • Bagikan

MESUJI, WAKTUINDONESIA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Mesuji, Mesuji, dalam waktu dekat bakal mendatangi korban pelecehan seksual oleh oknum guru ngaji di salah satu desa di Kecamatan Mesuji Timur.

Plt Kadis Sripuji Haryanthi, mengatakan payung hukum perlindungan bagi anak yang menjadi korban pelecehan seksual yang terjadi di desa itu yang diduga dilakukan oleh oknum guru mengaji terhadap anak di bawah umur telah diatur dalam undang-undang.

Dengan demikian, hak-hak korban kekerasan seksual telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu pelaku pencabulan terhadap anak harus dihukum sesuai dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Perpu No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No.23 Tahun 2002, dengan hukuman maksimal guna menimbulkan efek jera bagi pelaku.

“Dan sekaligus warning agar pelecehan seksual anak tidak terulang kembali oleh pelaku- pelaku yang lainnya,” kata Sripuji Haryanthi, kepada Waktuindonesia.id, Selasa (9/3/21).

BACA: Diduga Cabuli 7 Santrinya, Oknum Guru Mengaji di Mesuji: ‘Saya Khilaf’

Dikatakan, payung hukum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Aturan itu tidak hanya menegaskan proses hukum terhadap pelaku, tetapi menjamin hak korban.

Menurutnya, pelaku harus dihukum kebiri kimia yang dijadikan hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak hendaknya dipandang sebagai bagian dari rehabilitasi.

“Hal tersebut perlu diyakini, bahwa tindakan kebiri kimia adalah untuk mencegah pelaku melakukan kejahatan yang sama. Itu bagian dari rehabilitasi, sebuah bentuk pengobatan,” ujarnya.

Kadis Sripuji menegaskan, tindakan kebiri kimia memiliki jangka waktu tertentu serta tidak mematikan dorongan seksual sama sekali.

BACA JUGA:  Peringatan Harlah Pancasila Secara Virtual

Tindakan kebiri kimia berhubungan dengan masalah psikologis agar pelaku kekerasan seksual terhadap anak tidak kembali melakukan kejahatan yang sama.

Lanjutnya, kebiri kimia kepada pelaku kejahatan seksual terhadap anak perlu dipandang bukan semata-mata sebagai hukuman membalas kejahatan dengan melakukan kejahatan.

“Tindakan kebiri kimia itu merupakan bagian dari rehabilitasi agar pelaku tidak mengulangi kembali kejahatannya,” jelasnya.

(fan)

  • Bagikan