Masyarakat – ASN Dilarang Mudik: Keluar atau Masuk Lambar, Ini Tanggal dan Edaran untuk Peratin-Camat

1900

LIWA, WAKTUINDONESIA – Pemerintah resmi melarang masyarakat Indonesia mudik lebaran Idul Fitri 1442 H, 2021.

Larangan mudik itu berlaku selama 12 hari, terhitung sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Keputusan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Muhadjir Effendy, Jumat (26/3/21) lalu.

Kendati larangan mudik diberlakukan di tanggal tersebut, masyarakat di tanah air diimbau membatasi kegiatan bepergian ke luar daerah.

Tak hanya masyarakat, tapi juga berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran nomor 060/1750/1.10/IV/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Selama Bulan Ramadhan 1442 H, 2021 dan Libur Idul Fitri.

Pembatasan berpergian juga diperkuat dengan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/1308/07/2021 serta Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 8 tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah Selama Covid-19

Nah, di Lampung Barat (Lambar) Bupati Parosil Mabsus sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran
Nomor 360/ /Q ISTIlV.05/2021
tentang Himbauan kepada Masyarakat Terkait Pencegahan Covid-19 Menjelang Bulang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri
1442 H, 2021, di Lambar.

“Pak bupati telah mengeluarkan SE yang ditujukan kepada 131 peratin dan 15 camat di kabupten di Lambar,” ujar Sekretaris Satgas Covid-19, Maidar yang juga Kepala BPBD Lambar, Kamis (15/4/21).

Terkait larangan mudik 6 – 17 Mei, pihaknya mengimbau masyarakat Lambar tak mudik ke luar daerah.

Di tanggal itu Lambar juga menolak warga luar mudik ke Lambar. Hal itu tertuang dalam poin dua SE bupati Lambar.

Maidar menegaskan, larangan itu berlaku bagi masyarakat umum dan ASN dan keluarganya.

“Itu berlaku bagi masyarakat umum dan ASN,” ujarnya.

BACA JUGA:  Meledak! Kasus Corona di Pesibar Capai 38 Orang, Ini Data Pasien

Berikut isi SE tersebut:
Sehubungan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan dan menjelang libur Idul Fitri 1442 H, serta dalam upaya meminimalisir perkembangan penyebaran Covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Lambar maka diminta perhatian saudara hal-hal sebagai berikut:

1 Menghimbau kepada masyarakat di wilayah masing-masing untuk selalu menaati protokol kesehatan Covid-19 dengan 5M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir/handsanitizer, Menjaga jarak, Mengurangi mobilisasi keluar masuk zona Covid-19, dan Menghindari kerumunan.

2 Mengimbau seluruh masayarakat di wilayahnya masing-masing untuk tidak melakukan mudik lebaran (baik tujuan daerah luar Lambar maupun warga Lambar.

3 Mengimbau masyarakat Lambar tidak melaksanakan pesta rakyat, seperti sekura atau lainnya yang sejenis, sehingga dapat menimbulkan kerumunan massa.

4. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan pencegahan penularan Covid-19 perlu adanya edukasi dan publikasi oleh pihak kecamatan/pekon/kelurahan dengan membuat benner yang bertuliskan ‘Wilayah Wajib Masker’.

5. Agar para camat melakukan pengawasan dan pemantauan perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing, dengan menekankan kepada peratin/lurah untuk mengoptimalkan fungsi posko penanganan Covid-19 pekon dan kelurahan.

6. Peratin/lurah melakukan pengawasan terhadap mobilisasi warga yang datang ke wilayahnya maupun yang keluar dari wilayahnya.

7. Perangkat pekon/kelurahan dan puskesmas saling bersinergi dan bekerjasama untuk melakukan tracing terhadap warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan memastikan warganya melakukan Isolasi mandiri.

8. Diminta kepada camat untuk menekankan kepada peratin/lurah melalui perangkat di bawahnya agar pengurus rumah ibadah memerhatikan kelengkapan fasilitas sarana protokol kesehatan Covid-19 dan melakukan pengawasan jemaah terkait ketaatan 3M, Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabunlhend sanitizer.

(esa/WII)

Facebook Comments