Lambar Kembali Raih WTP ke-11, 7 di Masa 3 Sosok Ini

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, WAKTUINDONESIA – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kembali menorehkan prestasi luar biasa dalam menyusun laporan keuangan.

Kabupaten berjuluk Bumi Beguai Jejama itu 11 tahun berturut-turut mampu memertahankan trend positif dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Pemkab Lambar di bawah besutan Bupati-Wabup, Parosil Mabsus-Mad Hasnurin itu kembali menyabet predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kali ke-11 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Lampung atas laporan keuangan tahun 2020.

Unqualified opinion itu diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Andri Yogama kepada Bupati Parosil, di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Selasa (4/5/21).

Bupati Parosil didampingi Ketua DPRD Edi Novial, Inspektur Nukman dan Kepala BPKD Okmal.

Bupati Parosil berterimakasih kepada semua pihak yang telah berperan dan bekerja keras sehingga Lambar meraih penghargaan WTP ke-11.

”Saya menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak, karena WTP diraih berkat kerja keras dan  dukungan semua pihak,” katanya.

Ia berharap, prestasi dipertahankan dalam mewujudkan Lampung Barat Hebat menuju Lampung Berjaya dan Indonesia Maju.

“Semoga ke depan bisa lebih baik,” tandas bupati yang karib disapa Pak Cik itu.

Diketahui, Bupati Parosil terhitung sekitar empat kali menerima WTP, yakni sejak tahun pertama menjabat bupati pada tahun 2018 hingga kini, 2021.

Sementara, tujuh lainnya diraih pendahulunya, juga sang kakak, Mukhlis Basri.

Mukhlis yang kini anggota Fraksi PDI Perjuangan, DPR RI memimpin Lambar selama tiga periode.

Periode pertama, 2002 – 2007. Kala itu pria yang akrab disapa panglima oleh para loyalisnya itu menjadi wabup. Bupatinya saat itu mendiang Erwin Nizar.

Mukhlis menjadi bupati Lambar saat memenangi pilkada 2007. Ia berpasangan dengan Dimyati Amin. Masa jabatan keduanya berakhir 2012.

BACA JUGA:  Realisasi Pajak Pesisir Barat Lemah, Galian C 0 Persen, Duh Gegara Corona

Kepemimpinnnya berlanjut hingga perode kedua setelah kembali maraih kemenangan pada pilkada 2012. Saat itu berpasangan dengan Makmur Azhari. Masa bakti keduanya purna sekitar 11 Desember 2017.

Predikat WTP pertama diraih Mukhlis memasuki tahun ketiga kepimpinan bersama Dimyati, 2010. Kemudian diraih kembali tahun 2011 dan 2012.

Kemudian, trend itu berlanjut hingga periode kedua Bupati Mukhlis bersama Wabup Makmur Azhari. 2012-2017. Di periode ini WTP tak pernah lepas dari cengkraman. Lima kali digenggam.

Sepeninggalan Mukhlis yang ngantor ke senayan, Bupati Parosil menjaga predikat itu. Terbukti sejak 2018 hingga 2011 Bupati Parosil telah empat kali menerimanya.

(aga/swi/esa/WII)

  • Bagikan