“Erosi sekitar 125 Meter lebih itu sudah ditangani dua alat berat. Bahkan ditargetkan dalam kurun waktu tiga hingga empat hari kedepan selesai, tentu dengan tetap menyesuaikan cuaca,” jelasnya.
Menurutnya, dua unit alat berat tersebut milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan milik PT. Jaya Konstruksi (Jakon). Dua alat berat itu merupakan bantuan dari instansi milik pemerintah pusat dan perusahaan plat merah itu. “Kita hanya minta bantuan ke mereka, Alhamdulillah mereka siap membantu. Saya sudah minta agar aliran sungai dipindahkan agak ketengah, sehingga jika terjadi banjir tidak langsung menggerus dinding sungai,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah Kabid. Sumber Daya Air (SDA), Euis Agustina, mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jalaludin, menerangkan bahwa dalam penanganan darurat tersebut, alat berat yang bekerja difokuskan memindahkan aliran sungai untuk lebih ketengah. “Fokus kedua yaitu perbaikan sementara dinding talud agar ketika banjir kembali melanda pemukiman warga bisa terlindungi,” terangnya.
“DPUPR tetap berupaya agar bisa dianggarkan untuk perbaikan permanen agar lebih maksimal. Semoga ketersediaan APBD Pesibar mampu untuk memenuhi kebutuhan anggaran dalam penanganan Sungai Waylaai,” tandasnya. (WII)





